Haluannews Ekonomi – Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan kabar gembira terkait kinerja investasi nasional. Hingga kuartal pertama tahun 2026, realisasi investasi di Indonesia telah mencapai Rp 497 triliun, sebuah capaian yang tumbuh sekitar 7% secara tahunan. Pengumuman ini disampaikan Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Senin (13/4/2026), menegaskan optimisme pemerintah terhadap target investasi yang dicanangkan.

Related Post
Rosan menambahkan, realisasi ini menjadi fondasi penting dalam mengejar target investasi yang lebih ambisius. Pemerintah, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Untuk mencapai sasaran tersebut, investasi akumulatif yang dibidik hingga akhir periode RPJMN mencapai angka kolosal Rp 13.032,8 triliun. "Pada akhirnya, target kumulatif yang kami kejar memang sebesar Rp 13.032,8 triliun," tegasnya, menunjukkan komitmen kuat terhadap agenda pembangunan ekonomi.

Dampak positif dari gelombang investasi ini tidak hanya terbatas pada angka makroekonomi. Penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan peningkatan signifikan, dengan estimasi 627 ribu orang berhasil mendapatkan pekerjaan baru pada kuartal pertama tahun ini. Angka ini mencerminkan kenaikan sekitar 5,5%, mengindikasikan bahwa pertumbuhan investasi berkorelasi langsung dengan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Menteri Rosan optimis bahwa target investasi tahunan sebesar Rp 2.041 triliun untuk tahun ini akan tercapai. Optimisme ini didasari oleh implementasi berbagai program prioritas pemerintah, dengan hilirisasi industri menjadi motor penggerak utama. "Kami telah mengimplementasikan sejumlah program prioritas yang mencakup beragam kebijakan strategis. Hilirisasi, khususnya, tetap menjadi kontributor signifikan, menyumbang kurang lebih 30% dari total investasi yang masuk ke Indonesia," jelasnya, menyoroti peran krusial sektor ini dalam menarik modal.
Dominasi negara-negara investor juga tetap konsisten. Rosan merinci bahwa aliran modal asing masih didominasi oleh negara-negara seperti Singapura, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, di samping kontribusi dari negara-negara lainnya. Ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap iklim investasi di Indonesia, sebagaimana dilaporkan oleh Haluannews.id.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar