Mengejutkan! LPKR Siapkan Rp250 Miliar untuk Langkah Strategis Ini

Mengejutkan! LPKR Siapkan Rp250 Miliar untuk Langkah Strategis Ini

Haluannews Ekonomi – Emiten properti raksasa, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp250 miliar. Langkah korporasi ini diambil karena manajemen menilai bahwa harga pasar saham Perseroan saat ini belum sepenuhnya merefleksikan nilai intrinsik serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang dimiliki LPKR. Demikian disampaikan manajemen LPKR dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/4/2026), seperti dikutip oleh Haluannews.id.

COLLABMEDIANET

Manajemen LPKR menjelaskan bahwa aksi buyback ini merupakan bagian integral dari strategi pengelolaan nilai (value management) yang dijalankan secara hati-hati dan terukur. Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan kondisi pasar terkini dan fundamental kinerja Perseroan yang solid. Melalui buyback, LPKR berupaya menjaga keseimbangan antara kondisi pasar dan fundamental perusahaan, sekaligus mengirimkan sinyal positif yang kuat kepada para investor dan pemangku kepentingan.

Mengejutkan! LPKR Siapkan Rp250 Miliar untuk Langkah Strategis Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam perspektif jangka panjang, pelaksanaan buyback diharapkan dapat memberikan fleksibilitas optimal bagi Perseroan dalam menata struktur permodalannya. Hal ini krusial untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Manajemen LPKR menegaskan bahwa seluruh proses buyback akan dilaksanakan dengan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Mereka juga menjamin bahwa aksi korporasi ini tidak akan berdampak material terhadap kapasitas Perseroan dalam membiayai belanja modal (capex) maupun rencana ekspansi bisnis di masa mendatang.

"Manajemen Perseroan telah melakukan kajian mendalam dan memastikan bahwa pelaksanaan buyback akan dilakukan secara terukur, dengan mempertimbangkan secara cermat posisi kas internal, arus kas operasional, serta proyeksi belanja modal," demikian pernyataan manajemen.

Rencana buyback ini akan dilakukan secara bertahap melalui perdagangan di BEI dan ditargetkan selesai paling lambat 12 bulan setelah mendapatkan restu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Secara rinci, jumlah saham yang akan dibeli kembali diperkirakan mencapai hingga 3,289 miliar lembar saham, yang setara dengan sekitar 4,6% dari total modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Manajemen memastikan bahwa aksi ini tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai free float.

Lebih lanjut, manajemen LPKR menjamin bahwa sumber dana yang akan digunakan untuk buyback berasal dari kas internal Perseroan. Dana ini bukan hasil dari penawaran umum atau pinjaman utang dalam bentuk apapun, sehingga tidak akan mengganggu kemampuan keuangan Perseroan untuk memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo.

Untuk memuluskan langkah strategis ini, manajemen akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPS yang dijadwalkan pada 8 Mei 2026. Apabila disetujui, periode pelaksanaan buyback diperkirakan akan berlangsung mulai 11 Mei 2026 hingga 8 Mei 2027, atau maksimal 12 bulan sejak tanggal RUPS.

Dari sisi fundamental, aksi buyback ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja laba per saham. Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2025, laba per saham dasar diproyeksikan meningkat dari Rp6,62 menjadi Rp6,95 setelah buyback, atau mengalami kenaikan sebesar Rp0,33. Namun, perlu dicatat bahwa total ekuitas diperkirakan akan sedikit menurun dari Rp31,05 triliun menjadi Rp30,80 triliun seiring dengan penggunaan dana untuk pembelian kembali saham.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar