Dolar AS Mengganas! Rupiah Tembus Rp 17.870, IHSG Melawan

Dolar AS Mengganas! Rupiah Tembus Rp 17.870, IHSG Melawan

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Pagi perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, menyajikan dinamika kontradiktif yang menarik perhatian para pelaku pasar di Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren penguatannya, menunjukkan resiliensi yang patut diapresiasi di tengah tekanan global. Namun, di sisi lain, nilai tukar Rupiah harus kembali mengakui keperkasaan Dolar AS, yang menembus level signifikan Rp 17.870.

COLLABMEDIANET

Pada pukul 10:02 WIB, IHSG tercatat melaju dengan apresiasi 0,88%, mencapai level 6.184. Kinerja positif ini menjadi sorotan, mengingat sentimen global yang masih diwarnai ketidakpastian. Analis pasar menilai penguatan IHSG dapat didorong oleh aksi beli selektif pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) atau sektor-sektor yang diuntungkan dari pelemahan Rupiah, seperti emiten berorientasi ekspor yang pendapatannya dalam mata uang asing. Diversifikasi portofolio investor domestik juga turut menopang indeks di tengah gejolak.

Dolar AS Mengganas! Rupiah Tembus Rp 17.870, IHSG Melawan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, cerita berbeda terjadi di pasar valuta asing. Rupiah terdepresiasi 0,53% terhadap Dolar AS, dengan kurs mencapai Rp 17.870. Level ini merupakan titik penting yang memicu kekhawatiran akan potensi tekanan lebih lanjut, mengingat ini adalah level yang tidak terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Pelemahan Rupiah ini tidak lepas dari berbagai faktor, termasuk sentimen risk-off global yang mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti Dolar AS, serta spekulasi mengenai arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia, terutama Federal Reserve AS.

Salah satu faktor eksternal yang turut memengaruhi sentimen pasar global adalah kabar mengenai genjatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Berita yang sebelumnya disorot dalam ulasan Haluannews.id ini, meski berpotensi meredakan ketegangan geopolitik, juga dapat memicu evaluasi ulang terhadap harga komoditas, khususnya minyak. Perubahan ekspektasi pasokan dan permintaan minyak global dapat berdampak pada inflasi dan kebijakan moneter di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang pada gilirannya memengaruhi arus modal dan nilai tukar.

Para ekonom Haluannews.id menggarisbawahi pentingnya mencermati pergerakan arus modal asing dan respons Bank Indonesia terhadap volatilitas Rupiah. Meskipun IHSG menunjukkan ketahanan, pelemahan Rupiah yang persisten dapat memicu kekhawatiran akan inflasi impor dan beban utang luar negeri. Oleh karena itu, langkah-langkah stabilisasi dari otoritas moneter akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global.

Ulasan mendalam mengenai dinamika pasar keuangan ini sebelumnya telah disampaikan oleh Mercy Widjaja dalam program Profit Haluannews.id pada Jumat, 29 Mei 2026.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar