Dunia Kecantikan Berduka Legenda Martha Tilaar Wafat

Dunia Kecantikan Berduka Legenda Martha Tilaar Wafat

haluannews.id – Industri kecantikan tanah air tengah diselimuti awan mendung. Kabar duka datang dari sosok pionir yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mengangkat nilai-nilai kecantikan tradisional Indonesia ke kancah modern. Martha Tilaar, pendiri imperium kosmetik raksasa yang namanya telah melekat erat di hati masyarakat, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (14/10) pagi dalam usia 89 tahun.

COLLABMEDIANET

Kepergian sang legenda ini dikonfirmasi oleh keluarga besar Tiara Kusuma, sebuah organisasi yang menaungi para ahli kecantikan dan pengusaha salon di Indonesia. Dalam pernyataan resminya, pihak Tiara Kusuma menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Martha Tilaar, yang selama ini dikenal aktif menjabat sebagai Dewan Kehormatan dalam organisasi tersebut.

Dunia Kecantikan Berduka Legenda Martha Tilaar Wafat
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Nama Martha Tilaar bukan sekadar nama merek, melainkan simbol kebangkitan produk lokal. Melalui tangan dinginnya, produk-produk seperti Sariayu berhasil mendominasi pasar dan membuktikan bahwa bahan alami nusantara mampu bersaing dengan produk global. Keberhasilan ini tidak lepas dari visi besar yang ia bangun sejak puluhan tahun silam.

Menilik sejarahnya, gurita bisnis yang ia bangun merupakan sebuah perjalanan panjang yang penuh strategi. Melalui PT Martina Berto Tbk (MBTO) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, grup ini telah bertransformasi menjadi raksasa manufaktur. Perjalanan ini dimulai pada tahun 1977, saat Martha bersama rekan-rekannya, Pranata Bernard dan Theresa Harsini Setiady, meletakkan batu pertama perusahaan.

Langkah besar pertama terjadi pada tahun 1981 dengan berdirinya pabrik modern di kawasan Pulogadung, Jakarta. Di sanalah merek ikonik "Sariayu Martha Tilaar" pertama kali diproduksi. Seiring dengan melonjaknya permintaan pasar, ekspansi terus dilakukan. Pada tahun 1986, pabrik kedua didirikan, dan pada tahun 1995, produksi produk herbal mulai dialihkan ke wilayah Gunung Putri, Bogor, untuk memenuhi skala produksi yang semakin masif.

Strategi bisnis Martha Tilaar tidak hanya terpaku pada penjualan produk jadi, tetapi juga merambah ke sektor hulu. Pada tahun 1993, grup ini melakukan langkah cerdas dengan mengakuisisi PT Cedefindo. Langkah ini memungkinkan perusahaan untuk menjalankan bisnis manufaktur kontrak atau makloon, yang melayani pembuatan produk kosmetik bagi pihak lain, mulai dari formulasi, pengemasan, hingga logistik.

Kini, warisan yang ditinggalkan Martha Tilaar telah berkembang menjadi ekosistem bisnis yang sangat luas. Martha Tilaar Group tidak hanya mengandalkan satu lini, melainkan terdiri dari berbagai anak perusahaan strategis seperti PT Martina Berto Tbk, PT Cedefindo, PT Martha Beauty Gallery, PT Cantika Puspa Pesona, PT Creative Style Mandiri, hingga PT Kreasi Boga Primatama.

Kepergian beliau meninggalkan lubang besar di industri kosmetik, namun semangatnya dalam memajukan kecantikan berbasis kearifan lokal akan terus hidup melalui produk-produk yang telah mengubah wajah industri kecantikan Indonesia selamanya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar