DPR Panggil Bos BI OJK Purbaya Bahas Target Besar

haluannews.id – Jakarta – Sebuah pertemuan vital yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga tinggi negara baru-baru ini berlangsung di Gedung Parlemen Jakarta. Diskusi strategis pada Senin 31 Agustus 2026 tersebut mempertemukan para petinggi eksekutif dengan pimpinan DPR RI serta Komisi XI, menandai upaya serius pemerintah dan legislatif dalam merumuskan langkah-langkah ekonomi demi masa depan bangsa.

COLLABMEDIANET

Rapat koordinasi dan konsultasi yang krusial ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati. Dari jajaran pemerintah dan lembaga keuangan, hadir nama-nama besar seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia terpilih Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, serta COO BPI Danantara Donny Oskaria.

DPR Panggil Bos BI OJK Purbaya Bahas Target Besar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi menjelaskan, inti dari pertemuan ini adalah menyelaraskan visi dan strategi antar kementerian dan lembaga untuk menggapai target pertumbuhan ekonomi ambisius sebesar 6% pada tahun 2027. Ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan cita-cita pemerintah untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih cepat bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Ini adalah forum konsultasi dan koordinasi antara pimpinan DPR dengan pimpinan Komisi XI DPR RI, bertujuan agar semua kementerian dan lembaga dapat bersinergi," terang Fauzi kepada awak media di kompleks Gedung DPR RI. "Sinergi ini esensial untuk merealisasikan tema besar kita: tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat."

Lebih lanjut, Fauzi merinci bahwa agenda pembahasan mencakup berbagai proyeksi ekonomi fundamental atau asumsi makro. Termasuk di dalamnya adalah target pertumbuhan ekonomi, proyeksi belanja negara, dan perkiraan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2027. Sektor investasi juga menjadi sorotan utama sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam konteks investasi, Fauzi menekankan pentingnya keselarasan antara laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penanaman modal. "Semakin tinggi investasi, semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi. Keduanya harus sejalan," tegasnya. DPR RI berharap target pertumbuhan ekonomi 6% dapat dicapai seiring dengan realisasi investasi sebesar Rp1.200 triliun pada tahun 2027.

Pihak DPR RI, lanjut Fauzi, menyampaikan harapan besar agar semua asumsi makro yang telah disepakati dapat tercapai. Ini demi memastikan seluruh elemen ekonomi, mulai dari investasi, pendapatan negara, belanja negara, hingga nilai tukar, tetap berada pada jalur yang benar dan mendukung tercapainya target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada tahun 2027.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar