Haluannews Ekonomi – Emiten batu bara raksasa milik konglomerat Dato Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), berhasil membukukan laba bersih sebesar US$784,05 juta pada periode laporan keuangan terbarunya. Meskipun angka ini menunjukkan penurunan sebesar 16,88 persen dibandingkan dengan US$943,37 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, perolehan ini tetap menempatkan BYAN sebagai salah satu entitas bisnis paling menguntungkan di Indonesia.

Related Post
Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan sedikit koreksi pada pendapatan perseroan, yang tercatat sebesar US$3,2 miliar, turun tipis 0,58 persen dari US$3,44 miliar pada tahun sebelumnya. Akibatnya, laba bersih per saham dasar dan dilusian juga mengalami sedikit penurunan, dari US$0,028 menjadi US$0,023.

Peningkatan beban pokok pendapatan menjadi salah satu faktor yang menekan profitabilitas. Beban pokok pendapatan BYAN melonjak menjadi US$2,32 miliar, dari sebelumnya US$2,11 miliar. Kenaikan ini berimbas pada laba kotor perseroan yang terkoreksi menjadi US$1,1 miliar, dari US$1,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi operasional, BYAN menunjukkan efisiensi dalam beberapa pos beban. Beban penjualan berhasil ditekan menjadi US$31,12 juta dari US$38,79 juta. Demikian pula, beban umum dan administrasi menyusut menjadi US$72,8 juta dari US$81,26 juta, serta beban keuangan yang berkurang signifikan menjadi US$8,69 juta dari US$17,83 juta. Menariknya, penghasilan keuangan perseroan justru sedikit meningkat menjadi US$27,95 juta dari US$27,8 juta, sementara beban lain-lain juga berhasil diturunkan menjadi US$9,6 juta dari US$17,17 juta.
Dari sisi neraca keuangan, BYAN menunjukkan penguatan struktur permodalan yang substansial. Jumlah ekuitas perusahaan mengalami peningkatan substansial menjadi US$2,69 miliar, naik drastis dari US$2,31 miliar pada akhir tahun sebelumnya. Peningkatan ekuitas ini diiringi dengan reduksi drastis pada total liabilitas, dari US$1,2 miliar menjadi US$680,46 juta. Namun, total aset perusahaan sedikit menyusut menjadi US$3,37 miliar, dari US$3,52 miliar pada akhir periode sebelumnya. Pengurangan liabilitas yang agresif ini mengindikasikan strategi manajemen untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan di tengah dinamika pasar.
Jakarta, Haluannews.id – (ayh/ayh)
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar