Haluannews Ekonomi – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan alokasi dana mencapai Rp 20 miliar. Aksi korporasi ini digagas dengan tujuan utama untuk mendongkrak likuiditas perdagangan saham, sekaligus memastikan bahwa harga saham ASLC mampu merefleksikan nilai fundamentalnya secara akurat di pasar modal.

Related Post
Berdasarkan informasi yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham yang akan ditarik dari peredaran ini tidak akan melampaui 10% dari total modal ditempatkan perseroan. Lebih lanjut, manajemen ASLC menegaskan bahwa aksi ini tidak akan mengikis kekayaan bersih hingga berada di bawah jumlah modal ditempatkan ditambah cadangan wajib yang telah dialokasikan, menjaga kesehatan finansial perusahaan.

Selain program buyback, ASLC juga berencana meluncurkan Management and Employee Stock Option Program (MESOP). Program ini dirancang sebagai insentif bagi jajaran manajemen dan karyawan, memberikan kesempatan bagi mereka untuk memiliki saham perseroan. Langkah ini diharapkan dapat menyelaraskan kepentingan manajemen dan karyawan dengan tujuan jangka panjang perusahaan, serta meningkatkan loyalitas dan kinerja.
"Perseroan optimis bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham ini akan memberikan tingkat pengembalian yang menarik bagi para pemegang saham. Selain itu, kami berharap dapat meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham Perseroan benar-benar mencerminkan kondisi fundamental yang solid," demikian pernyataan manajemen ASLC yang dikutip Haluannews.id, Rabu (15/4/2026).
Manajemen ASLC memastikan bahwa aksi korporasi ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja maupun pendapatan perusahaan. Keyakinan ini didasari oleh ketersediaan saldo laba dan arus kas yang memadai untuk membiayai program buyback saham. Dengan demikian, stabilitas operasional dan keuangan perseroan tetap terjaga.
Lebih lanjut, manajemen juga menjamin bahwa program buyback saham ini tidak akan memiliki dampak material yang signifikan terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan, posisi permodalan, maupun likuiditas perseroan. "Pembelian kembali saham perseroan tidak akan menimbulkan dampak yang material terhadap kepemilikan saham perseroan," tegasnya.
Seluruh dana yang akan digunakan untuk buyback saham ini sepenuhnya berasal dari kas internal perseroan. Alokasi dana tersebut diperkirakan tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan ASLC secara signifikan, menunjukkan posisi kas yang kuat.
Untuk memuluskan rencana strategis ini, manajemen ASLC akan meminta restu dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada tanggal 19 Mei 2026. Apabila agenda buyback saham ini disetujui dalam RUPST, maka pelaksanaannya akan dimulai terhitung sejak tanggal 20 Mei 2026.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar