Haluannews Ekonomi – Sosok yang dikenal sebagai influencer saham dan penulis buku investasi, Belvin Tannadi, kembali menjadi sorotan pasar modal. Ia terpantau melakukan aksi borong signifikan terhadap saham emiten produsen peralatan melukis, PT Ace Oldfields Tbk (KUAS). Sebanyak 57,61 juta lembar saham KUAS berhasil ia kumpulkan dalam periode transaksi terbaru.

Related Post
Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang diakses oleh Haluannews.id menunjukkan, kepemilikan Belvin atas KUAS sebelumnya tercatat sebanyak 106.817.900 saham atau setara 8,26% dari total modal disetor, per tanggal 10 April 2026. Namun, hanya dalam kurun waktu tiga hari, tepatnya per 13 April 2026, jumlah saham yang digenggamnya melonjak drastis menjadi 164.431.500 lembar. Angka ini merepresentasikan porsi kepemilikan sebesar 12,72%.

Aksi akumulasi saham tersebut dieksekusi melalui empat rekening efek yang berbeda, yakni KISI Sekuritas, Mirae Sekuritas, Stockbit Sekuritas, dan NH Korindo Sekuritas. Langkah ini seringkali menjadi sinyal menarik bagi investor ritel, mengingat reputasi Belvin sebagai figur yang memiliki pengaruh besar di komunitas saham.
Belvin Tannadi bukan nama asing di kalangan investor saham Tanah Air. Selain dikenal sebagai seorang influencer dengan basis pengikut yang loyal, ia juga merupakan penulis buku investasi laris ‘Ilmu Saham Powerful Chart Pattern’ serta pendiri situs edukasi saham Ilmusaham.com. Kiprahnya dimulai dari Medan, di mana ia menemukan ketertarikan pada investasi saham sebagai jalan untuk mengembangkan aset di tengah banyaknya pilihan.
Perjalanan Belvin di dunia pasar modal dimulai sejak tahun 2014, dengan modal awal yang relatif modest, yakni Rp 12 juta. Tahun pertamanya, khususnya di 2015, diwarnai oleh fluktuasi pasar yang signifikan akibat perlambatan ekonomi. Pengalaman ini justru menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih mendalami seluk-beluk investasi saham dan memahami risiko yang melekat, sehingga tidak mudah panik menghadapi gejolak pasar.
Aksi borong saham KUAS oleh Belvin Tannadi ini tentu akan terus diamati oleh para pelaku pasar, mengingat potensi dampaknya terhadap sentimen investor dan pergerakan harga saham emiten cat tersebut di masa mendatang.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar