Haluannews Ekonomi – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengambil langkah strategis dengan mengumumkan rencana pengurangan modal ditempatkan dan disetor. Aksi korporasi ini akan dilakukan melalui penarikan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) yang saat ini masih tercatat sebagai saham tresuri perseroan.

Related Post
Berdasarkan informasi yang dihimpun Haluannews.id dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), keputusan ini merupakan bagian integral dari strategi perseroan dalam menghadapi dinamika pasar yang penuh gejolak. Lebih lanjut, aksi korporasi ini dirancang dengan tujuan ganda: menjaga stabilitas perdagangan saham di bursa dan sekaligus memperkuat kepercayaan investor di tengah ketidakpastian pasar.

"Perseroan berencana melakukan pengurangan modal melalui penarikan saham hasil pembelian saham kembali yang saat ini tercatat sebagai saham tresuri sebagai upaya menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dalam kondisi volatilitas tinggi dan meningkatkan kepercayaan investor," demikian pernyataan manajemen INTP yang dikutip Haluannews.id pada Rabu (15/3/2026).
Secara spesifik, jumlah saham tresuri yang akan ditarik mencapai 84.529.400 lembar saham. Saham-saham ini merupakan hasil dari program pembelian kembali saham (buyback) yang telah dilaksanakan perseroan pada tahun 2021 dan 2022.
Manajemen INTP menjamin bahwa aksi pengurangan modal ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional inti perseroan maupun prospek pertumbuhan bisnis di masa mendatang.
Analisis kinerja menunjukkan bahwa laba per saham (EPS) dasar perseroan tercatat stabil di angka Rp685 per saham, baik sebelum maupun setelah rencana penarikan saham ini. Angka ini didasarkan pada asumsi jumlah rata-rata tertimbang saham beredar sekitar 3,28 miliar saham.
Saat ini, struktur kepemilikan saham INTP didominasi oleh Heidelberg Materials AG dengan porsi 53,40%, diikuti oleh kepemilikan publik sebesar 40,00%, dan sisa 6,60% merupakan saham tresuri. Sementara itu, modal dasar perseroan tercatat sebesar Rp4 triliun atau setara dengan 8 miliar saham, dengan modal disetor mencapai Rp1,76 triliun, yang merepresentasikan 3,51 miliar saham.
Demi kelancaran aksi korporasi ini, perseroan membutuhkan restu dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pemanggilan RUPSLB dijadwalkan pada 29 April 2026, dengan pelaksanaan rapat pada 21 Mei 2026. Adapun pengumuman hasil pengurangan modal ini direncanakan paling lambat pada 22 Mei 2026.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar