Haluannews Ekonomi – Jakarta – Prospek pasar modal Indonesia tampaknya semakin menarik perhatian investor global. Rosan P Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), mengungkapkan bahwa ia telah menggelar serangkaian pertemuan intensif dengan para investor asing dalam dua hari terakhir. Dari dialog tersebut, Rosan menangkap sinyal positif yang kuat terhadap kondisi terkini bursa saham Tanah Air, terutama setelah para investor memahami reformasi pasar modal yang sedang digulirkan.

Related Post
Dalam keterangannya di Agenda 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, Main Hall BEI, Minggu (1/2/2026), Rosan menjelaskan bahwa para investor asing sangat mengapresiasi langkah-langkah reformasi yang dilakukan. "Respon mereka juga memahami, mengerti, dan mereka memberikan sinyal yang positif, karena beberapa reformasi yang akan dilakukan ini mereka juga sudah mendengar. Peningkatan floating menjadi 15% itu mereka apresiasi," ujar Rosan, seperti dikutip Haluannews.id.

Tak hanya itu, Rosan juga menerima masukan berharga dari para investor global. Mereka menyarankan agar batas investasi tidak hanya dibatasi pada angka 5%. "Mereka bilang kalau bisa itu diturunkan, tidak hanya dibatas 5%. Karena saya lihat di beberapa negara seperti India 1%, yang lain 2%, 1%," tegas Rosan, menekankan bahwa selama ini fokus diskusi lebih banyak pada floating ke market sebesar 15%.
Menurut Rosan, penurunan batas investasi ini akan memiliki dampak signifikan dalam mencegah praktik penciptaan harga yang semu. Dengan terbukanya akses bagi lebih banyak investor, tindakan manipulasi pasar akan menjadi sangat sulit terwujud dan mudah terdeteksi. "Jadi kalau mereka melakukan tindakan itu pasti akan terdeteksi," pungkas Rosan, menggarisbawahi komitmen untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar