Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia kembali dihebohkan dengan sebuah transaksi jumbo yang melibatkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), entitas Grup Sinar Mas. Pada Rabu, 25 Maret 2026, aktivitas perdagangan di pasar negosiasi DSSA mencatatkan nilai fantastis, menarik perhatian para pelaku pasar dan analis ekonomi, demikian dilaporkan Haluannews.id.

Related Post
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun, total nilai transaksi di pasar negosiasi untuk saham DSSA mencapai Rp3,3 triliun. Volume perdagangan tercatat sebesar 550.000 lot dengan harga rata-rata yang disepakati di level Rp60.000 per saham. Transaksi masif ini difasilitasi oleh OCBC Sekuritas (kode broker: TP) sebagai pihak pembeli, yang menyerap saham dari Maybank Sekuritas Indonesia. Indikasi kuat menunjukkan bahwa pergerakan ini merupakan transaksi besar yang terstruktur, bukan sekadar akumulasi ritel atau distribusi melalui pasar reguler biasa.

Secara keseluruhan, total nilai transaksi saham DSSA pada hari tersebut bahkan mencapai angka yang lebih mencengangkan, yakni Rp7 triliun, menggabungkan aktivitas di pasar reguler dan negosiasi. Menariknya, di tengah transaksi jumbo ini, saham DSSA berhasil menguat 3,09% ke level Rp63.350 pada penutupan perdagangan. Namun, perlu dicatat bahwa dalam sebulan terakhir, kinerja saham DSSA menunjukkan koreksi signifikan sebesar 24,31%, memberikan konteks volatilitas harga yang menarik untuk dicermati.
Sebagai informasi, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merupakan salah satu pilar penting dalam konglomerasi Grup Sinar Mas. Sosok di balik kendali perusahaan ini adalah Franky Oesman Widjaja, yang tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner). Pengendalian Franky atas DSSA dilakukan melalui PT Sinar Mas Tunggal, dengan kepemilikan saham mencapai 59,9% atau setara dengan 4.615.523.200 saham. Struktur kepemilikan ini menegaskan dominasi Grup Sinar Mas dalam operasional dan arah strategis DSSA.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar