Danareksa Guncang Pasar! Konsolidasi MI BUMN Bentuk Raksasa Rp85 T

Haluannews Ekonomi – Jakarta, Haluannews.id – PT Danareksa (Persero), bagian dari Holding BUMN Investasi di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), bersiap menghadapi transformasi signifikan. Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa Danareksa akan menjadi entitas induk bagi seluruh Manajer Investasi (MI) yang terafiliasi dengan bank-bank BUMN, menandai kembalinya perusahaan ke inti bisnis pengelolaan aset.

COLLABMEDIANET

Langkah strategis ini berarti empat Manajer Investasi terkemuka, yakni PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Manajemen, serta PT PNM Investment Manajemen, akan dilebur dan dikonsolidasikan menjadi satu entitas besar di bawah payung Danareksa. "Jadi nanti Danareksa itu akan menjadi asset management kembali ke khitahnya dia jadi nanti dari hasil merger yang empat, kan teman-teman lihat tuh ada empat asset management kita itu akan menjadi Danareksa," ujar Dony saat ditemui di kawasan Kilang Pertamina Cilacap, Rabu (29/4/2026).

Danareksa Guncang Pasar! Konsolidasi MI BUMN Bentuk Raksasa Rp85 T
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut Dony, langkah ini menandai kembalinya Danareksa ke ‘khitah’ aslinya sebagai perusahaan pengelola aset, meninggalkan model bisnis yang sebelumnya ‘gado-gado’. Ia menjelaskan bahwa Danareksa tidak lagi akan berfungsi sebagai holding dengan portofolio bisnis yang terlampau beragam, mulai dari sektor karya, keuangan, hingga kawasan industri.

Sebelumnya, Danareksa memiliki portofolio yang sangat beragam, mencakup proyek-proyek karya, pengelolaan aset negara melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), jasa keuangan, hingga pengembangan kawasan industri. Ke depan, seluruh lini bisnis yang sebelumnya tersebar akan dipilah, dikelompokkan berdasarkan kesamaan inti bisnis, dan kemudian dipisahkan dari struktur Danareksa.

Dony memproyeksikan bahwa entitas hasil penggabungan ini akan segera menempati posisi strategis sebagai salah satu pemain terbesar di kancah industri. Estimasi awal menunjukkan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) yang akan dikelola mencapai sekitar Rp85 triliun. "Saya mesti cek lagi ya jumlahnya berapa kurang lebih kalau nggak salah saya Rp 85 triliun tapi saya nanti akan saya cek konfirmasi lagi ya karena saya angka pastinya lupa tetapi kita akan menjadi nomor dua terbesar di Indonesia manajemen investasinya," jelasnya, optimistis bahwa konsolidasi ini akan menempatkan Danareksa sebagai Manajer Investasi terbesar kedua di Indonesia.

Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program restrukturisasi BUMN berskala besar yang digulirkan pemerintah, dengan target penyelesaian pada tahun 2026. Dony menambahkan, Presiden Joko Widodo berharap seluruh proses restrukturisasi dan konsolidasi BUMN dapat rampung pada tahun ini.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar