haluannews.id – Pasar modal Indonesia kini tengah menghadapi tekanan berat. Arus modal asing keluar dari pasar reguler telah mencapai angka fantastis Rp 85 triliun sepanjang tahun ini, sebuah sinyal kuat akan kekhawatiran mendalam yang menyelimuti para investor terhadap prospek ekonomi Tanah Air.

Related Post
Bernadus Wijaya, Chief Executive Officer Sucor Sekuritas, menguraikan berbagai faktor pemicu eksodus dana ini. Dimulai dari peringatan keras yang dilayangkan MSCI di awal tahun, disusul oleh revisi turun prospek utang Indonesia oleh lembaga rating global terkemuka seperti FTSE dan Moodys. Ketidakpastian arah kebijakan pemerintah juga turut menambah keruh suasana, diperparah oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah yang membuat nilai tukar Rupiah terperosok tajam hingga menyentuh level Rp 18.200 per dolar AS.

Namun, di tengah gempuran sentimen negatif yang terus membayangi, secercah harapan mulai bersemi dari lantai bursa. Bernadus Wijaya mengungkapkan kabar gembira mengenai rencana enam calon emiten yang bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) pada Juni 2026. Langkah ini diharapkan mampu menyuntikkan semangat baru dan menggairahkan kembali aktivitas perdagangan di pasar saham domestik.
Di sisi lain, tantangan juga muncul dari sektor obligasi. Melonjaknya imbal hasil obligasi justru mempersulit para emiten untuk menerbitkan surat utang baru, menambah daftar panjang pekerjaan rumah bagi para pemangku kebijakan.
Untuk meredakan gejolak ini, otoritas bursa diharapkan terus melanjutkan reformasi demi menjaga kepercayaan pasar. Sementara itu, pemerintah dituntut untuk segera mengambil langkah konkret guna menstabilkan nilai tukar Rupiah, mendorong efisiensi program-program strategis, serta menciptakan iklim investasi yang lebih pasti dan menarik. Demikian rangkuman ulasan dari Shania Alatas bersama Bernadus Wijaya dalam program Power Lunch, haluannews.id, pada Rabu (24/06/2026).








Tinggalkan komentar