Bunga Acuan BI Naik Drastis Bank Digital Beraksi

Bunga Acuan BI Naik Drastis Bank Digital Beraksi

haluannews.id – Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,50% baru-baru ini sontak memicu reaksi dari berbagai pelaku industri keuangan, tak terkecuali bank-bank digital. Langkah ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan BI, yang berpotensi mengubah lanskap biaya pendanaan dan bunga deposito. Lantas, bagaimana strategi mereka menyikapi kebijakan moneter yang ketat ini?

COLLABMEDIANET

Beberapa bank digital membuka peluang untuk mengerek naik suku bunga deposito mereka, sementara yang lain memilih untuk memperkuat struktur dana murah (CASA) sebagai benteng pertahanan. Komisaris Utama PT Bank Jago Tbk. (ARTO), Anika Faisal, mengungkapkan bahwa lonjakan BI Rate akan berdampak pada peningkatan biaya pendanaan atau cost of fund (CoF) secara bertahap. Meskipun kenaikan bunga deposito bank seringkali mengikuti, Anika menekankan perlunya kajian mendalam.

Bunga Acuan BI Naik Drastis Bank Digital Beraksi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Ini mungkin tidak langsung terasa, namun secara bertahap pasti akan terjadi. Kita memang memasuki era di mana suku bunga akan terus merangkak naik," jelas Anika saat ditemui di Gedung Dhanapala. Ia menambahkan bahwa setiap penyesuaian akan memerlukan evaluasi cermat.

Di sisi lain, PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) memilih jalur antisipasi dengan memperkokoh struktur pendanaan mereka. Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, memaparkan bahwa hingga kuartal pertama 2026, komposisi dana murah (CASA) bank ini menunjukkan tren positif. "Struktur CASA yang solid ini menjadi modal penting bagi kami untuk menghadapi dinamika suku bunga di masa mendatang," ujar Kicky dalam acara Public Expose Live BEI.

Kicky menambahkan, Bank Raya berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk digital saving. Fokus utamanya adalah mendongkrak porsi dana murah, sehingga ketergantungan pada dana mahal dapat diminimalisir. Melalui fitur-fitur lengkap pada aplikasi, Bank Raya berharap pertumbuhan simpanan akan didorong oleh akuisisi nasabah dan transaksi yang memanfaatkan produk digital saving, bukan lagi dari penempatan dana berbiaya tinggi. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan finansial pribadi maupun bisnis nasabah secara efisien.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar