haluannews.id – Bursa Efek Indonesia BEI memberikan sinyal positif terhadap rencana ambisius Badan Pembina BUMN BP BUMN dan BPI Danantara yang berupaya mendorong sejumlah entitas milik negara untuk melantai di pasar modal melalui Penawaran Umum Perdana IPO. Langkah ini diharapkan mampu memperkaya pilihan investasi bagi para pemodal di Tanah Air.

Related Post
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam pernyataannya baru-baru ini kepada haluannews.id mengungkapkan apresiasinya. "Kami tentu menyambut baik. Dengan IPO dari BUMN yang memiliki fundamental kuat, tentu akan dapat memberikan opsi menarik bagi investor," ujarnya di Jakarta pada Kamis 6 Agustus 2026.

Saat ini BEI mencatat ada empat perusahaan yang sedang dalam antrean untuk melangsungkan IPO. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin menjelaskan, calon emiten tersebut berasal dari berbagai sektor seperti material dasar konsumer non-kritikal hingga kesehatan. "Hingga saat ini, terdapat empat perusahaan dalam daftar persiapan pencatatan saham BEI," kata Saidu dalam keterangan resminya Senin 13 Juli 2026. Dari jumlah tersebut dua di antaranya merupakan perusahaan dengan aset berskala kecil di bawah Rp 50 miliar dan dua lainnya adalah korporasi beraset besar senilai di atas Rp 250 miliar.
Sebelumnya BP BUMN dan BPI Danantara telah membeberkan niatnya untuk membawa sejumlah perusahaan pelat merah menuju lantai bursa. Kepala BP BUMN Dony Oskaria yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer COO BPI Danantara menegaskan bahwa banyak BUMN siap IPO. Sektor yang dibidik meliputi transportasi logistik hingga pembiayaan. "Ada banyak BUMN IPO," kata Dony dikutip Kamis 6 Agustus 2026.
Dony menambahkan perusahaan-perusahaan yang akan dilepas ke publik dipastikan memiliki kapitalisasi pasar yang signifikan. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak nilai pasar keseluruhan di bursa saham Indonesia. Beberapa nama besar yang disebut-sebut bakal melantai antara lain Pelindo PT Pupuk Indonesia Persero Angkasa Pura hingga PT Pegadaian Persero. "Banyak ada Pelindo ada Angkasa Pura dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO kan nanti," sebutnya.
Namun Dony menekankan bahwa aksi korporasi IPO ini bukanlah langkah tunggal melainkan puncak dari serangkaian transformasi strategis yang digagas oleh BP BUMN. Tahap awal fokus pada konsolidasi dan restrukturisasi seluruh perusahaan BUMN. "Jadi tahun pertama ini kan kita tadi dengan bantuan Pak Purbaya tadi tematik tahun ini kan ada seluruh perusahaan itu konsolidasi. Jadi konsolidasi dan restrukturisasi," jelasnya.
Setelah fase penataan ulang tersebut akan dilanjutkan dengan pengembangan sumber daya manusia SDM dan penyempurnaan manajemen atau people development dan corporate culture. Selanjutnya BUMN akan didorong untuk berinovasi dengan mengimplementasikan teknologi canggih termasuk kecerdasan buatan AI.
Barulah setelah semua tahapan fundamental ini terlaksana aksi IPO akan digulirkan. Sebagai penutup di tahun kelima BUMN akan diberikan target pencapaian kinerja global yang lebih tinggi. "Kemudian yang terakhir nanti baru kita menjadikan itu potential target yang lebih tinggi lagi," pungkas Dony.










Tinggalkan komentar