BUMN Karya Terlilit Utang Ini Jurus Penyelamatnya

BUMN Karya Terlilit Utang Ini Jurus Penyelamatnya

haluannews.id – Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi, atau yang dikenal sebagai BUMN Karya, tengah menghadapi tantangan serius terkait tumpukan utang. Untuk mengatasi persoalan krusial ini, Badan Pengelola (BP) BUMN bersama BPI Danantara mengambil langkah strategis dengan melakukan penataan ulang menyeluruh. Bahkan, perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) turut dilibatkan secara aktif dalam upaya restrukturisasi keuangan yang kompleks ini.

COLLABMEDIANET

Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, mengungkapkan bahwa serangkaian pertemuan penting telah digelar. Ia berdiskusi langsung dengan jajaran direksi Himbara, meliputi Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI). Tak hanya itu, direksi BUMN Karya terkait seperti PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) juga hadir dalam pembahasan intensif tersebut.

BUMN Karya Terlilit Utang Ini Jurus Penyelamatnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Fokus utama dari pertemuan tersebut adalah meninjau perkembangan restrukturisasi PTPP dan ADHI, serta merancang skema dukungan pembiayaan yang solid dari Himbara. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong proses transformasi kedua perusahaan agar kembali sehat dan berdaya saing. Dony menegaskan, restrukturisasi bukan sekadar solusi sementara, melainkan sebuah langkah fundamental untuk memperkuat fondasi finansial perusahaan, meningkatkan kedisiplinan dalam berbisnis, dan memastikan setiap suntikan dana dialokasikan secara terukur pada proyek-proyek yang produktif dan memiliki kelayakan ekonomi tinggi.

"Pembahasan kami menitikberatkan pada penyusunan kerangka pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan. Pendanaan akan diarahkan pada proyek-proyek yang terbukti produktif, layak secara bisnis, serta memiliki proyeksi arus kas yang jelas. Ini penting untuk menggenjot kinerja perusahaan sekaligus menjamin keberlangsungan usaha jangka panjang," jelas Dony dalam keterangan resminya pada Senin (20/7/2026).

Lebih dari sekadar aspek pembiayaan, upaya penataan ulang ini juga menyasar penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan manajemen risiko, serta pembentukan model bisnis yang lebih sehat dan adaptif. "Kita harus belajar dari pengalaman masa lalu. Restrukturisasi ini wajib menjadi momentum titik balik untuk membangun BUMN Karya yang lebih tangguh, lebih sehat, dengan tata kelola yang jauh lebih baik. Tujuannya agar mereka mampu tumbuh berkelanjutan dan menjadi pilar penting pembangunan nasional," tambahnya.

Selain PTPP dan ADHI, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) juga menjadi fokus utama dalam agenda restrukturisasi. Untuk Waskita, tujuan utamanya bukan sekadar memperpanjang tenggat waktu pembayaran kewajiban atau menunda masalah yang ada, melainkan membangun pondasi bisnis yang kokoh, sehat, dan berkelanjutan. Dony menekankan bahwa proses penyehatan perusahaan harus didasarkan pada perhitungan yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini demi menghasilkan solusi permanen yang memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

Pembahasan mendalam untuk Waskita mencakup valuasi aset, struktur dan kapasitas pembayaran utang, proyeksi arus kas, hingga penentuan model bisnis yang paling relevan untuk mendukung keberlanjutan operasional. Salah satu arah strategis yang didorong adalah penguatan fokus Waskita pada bisnis jalan tol. Dengan karakteristik bisnis yang menjanjikan pendapatan jangka panjang, pengelolaan jalan tol dianggap memiliki prospek cerah sebagai tulang punggung bisnis perusahaan di masa depan.

Namun, Dony mengingatkan, sebelum melangkah ke tahap pengembangan lebih lanjut, kondisi keuangan Waskita harus dipastikan benar-benar sehat. Ini krusial agar perusahaan memiliki kemampuan mandiri untuk memenuhi kewajibannya, membangun kembali kepercayaan para pemangku kepentingan, serta membuka peluang pendanaan baru, termasuk melalui pasar modal. "Waskita bisa menjadi perusahaan tol kedua setelah Jasa Marga, itu bukan masalah, asalkan perhitungannya matang dan benar," ujar Dony, seperti dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa penguatan fokus bisnis tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya aset, melainkan harus ditopang oleh perhitungan bisnis yang cermat, struktur keuangan yang solid, serta proyeksi usaha yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Dony menutup dengan menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengawal proses restrukturisasi ini. Tujuannya agar transformasi yang dihasilkan tidak berhenti pada penyelesaian masalah jangka pendek, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan fundamental yang menyeluruh. Dengan model bisnis yang lebih terfokus, struktur keuangan yang lebih kuat, dan tata kelola yang semakin baik, Waskita diharapkan dapat tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, berdaya saing tinggi, dan terhindar dari persoalan serupa di masa mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar