haluannews.id – Dunia kembali dihadapkan pada ketegangan geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Eskalasi konflik ini tidak hanya memicu kekhawatiran global, tetapi juga langsung mengguncang pasar komoditas, membuat harga minyak dan batu bara melonjak tajam. Di tengah gejolak internasional, pasar keuangan domestik Indonesia menunjukkan respons beragam.

Related Post
Situasi di Timur Tengah, khususnya perseteruan antara Teheran dan Washington, menjadi pemicu utama kenaikan drastis pada harga komoditas energi. Minyak mentah dan batu bara, yang merupakan tulang punggung industri global, kini diperdagangkan pada level yang "mendidih", mencerminkan kekhawatiran akan gangguan pasokan dan ketidakpastian ekonomi. Para analis pasar memprediksi tren kenaikan ini dapat berlanjut jika ketegangan tidak mereda.

Di sisi lain, pasar modal Indonesia menunjukkan resiliensi yang cukup baik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (21/07/2026) berhasil mencatatkan penguatan signifikan. Pada pukul 10:06 WIB, IHSG terpantau menguat ke level 6.282 poin, memberikan sinyal positif bagi investor domestik. Namun, kinerja Rupiah justru berbanding terbalik. Mata uang Garuda harus berjuang keras dan berada di kisaran Rp 17.900-an per Dolar Amerika Serikat, menunjukkan tekanan yang cukup besar akibat sentimen global dan penguatan Dolar.
Menariknya, di tengah hiruk pikuk pasar komoditas dan mata uang, harga emas justru menunjukkan stabilitas. Logam mulia ini tampaknya masih tertahan dan belum banyak bergerak, berbeda dengan dinamika harga minyak dan batu bara yang sangat volatil. Kondisi ini mungkin mencerminkan bahwa investor masih mencari aset safe haven yang lebih stabil di tengah ketidakpastian, namun belum sepenuhnya beralih ke emas secara masif.
Untuk analisis lebih mendalam mengenai dampak konflik Iran-AS terhadap pasar global dan domestik, serta proyeksi pergerakan harga komoditas dan mata uang, dapat disimak dalam program Profit haluannews.id yang disajikan oleh Maria Katarina.










Tinggalkan komentar