Haluannews Ekonomi – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menegaskan posisinya sebagai penguasa cadangan batu bara di Indonesia. Dengan total cadangan dan sumber daya batu bara mencapai 11 miliar ton, BUMI siap tancap gas dan melebarkan sayapnya di pasar global. Anak usaha BUMI, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, masing-masing menyumbang 2,5 miliar ton dan 8,5 miliar ton cadangan batu bara.

Related Post
Ambisi BUMI tak main-main. Pada 2025, perusahaan menargetkan produksi batu bara sebesar 78-80 juta ton. Target ini diyakini realistis selama kondisi cuaca mendukung operasional pertambangan. "Dengan cadangan yang melimpah, kami optimis dapat memproduksi batu bara hingga 30 tahun ke depan dengan target produksi tahunan 80 juta ton," demikian pernyataan BUMI dalam laporan tahunannya.

Pencapaian BUMI di 2024 cukup impresif. Total penjualan batu bara mencapai 78,7 juta ton, diekspor ke berbagai negara, termasuk China, India, Jepang, dan sejumlah negara di Asia Tenggara serta Italia. KPC mencatatkan produksi 55 juta ton, naik 3% dari tahun sebelumnya, ditopang oleh fasilitas pemrosesan dan pengiriman berkapasitas 60 juta ton. Sementara Arutmin, meskipun produksinya turun 17,9% menjadi 19,5 juta ton di 2024, masih memiliki izin operasi hingga 2030.
Tambang batu bara lainnya di bawah naungan BUMI, PEB, juga memiliki potensi besar dengan sumber daya batu bara potensial 2,3 miliar ton dan cadangan 1,3 miliar ton, berdasarkan studi kelayakan independen. PEB beroperasi di lahan seluas 17.840 hektar dengan izin operasi hingga 2039, dan opsi perpanjangan hingga 20 tahun berikutnya. Dengan sumber daya yang melimpah dan strategi ekspansi yang agresif, BUMI siap menjadi pemain utama di industri batu bara global.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar