haluannews.id – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BRIS menunjukkan performa keuangan yang impresif, mencatatkan lonjakan signifikan pada Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga menembus angka Rp382 triliun per April 2026. Angka ini melonjak tajam sebesar 17,90% secara tahunan. Tak hanya DPK, pertumbuhan pembiayaan BSI juga mencapai dua digit, yakni 15,59% yoy, dengan total Rp332 triliun.

Related Post
Kinerja cemerlang ini turut mendorong total aset BSI meroket menjadi Rp452 triliun, tumbuh 12,17% yoy. Keberhasilan ini ditopang oleh ketersediaan dana murah serta portofolio pembiayaan yang sehat, didukung oleh ekspansi bisnis yang solid baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

Sejak tahun 2022, BSI telah merambah pasar global dengan membuka kantor cabang di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Langkah strategis ini menjadi pijakan awal bagi BSI untuk menembus pasar internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah yang kaya potensi.
Direktur Treasury & International Banking BSI, Firman Nugraha, menyatakan optimisme perusahaan terhadap potensi bisnis yang masih sangat besar di pasar UEA dan Timur Tengah. "Kami yakin pertumbuhan bisnis Kantor Cabang Layanan Luar Negeri BSI Dubai akan terus positif di tahun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima haluannews.id pada Senin (15/6/2026).
Firman menambahkan, Timur Tengah kini menjelma menjadi pusat konektivitas internasional, di mana banyak perusahaan Indonesia dan multinasional mendirikan perwakilan di Dubai. Kehadiran BSI di Dubai diharapkan menjadi penghubung vital bagi layanan keuangan, sekaligus memperkuat kerja sama ekspor-impor antara berbagai perusahaan di Indonesia dengan mitra di kawasan tersebut.
Hingga April 2026, aset BSI Dubai menunjukkan pertumbuhan fantastis sebesar 80% secara tahunan, didominasi oleh pembiayaan korporasi. Selain pembiayaan, BSI Dubai juga aktif memfasilitasi layanan treasury, trade finance, dan documentary collection bagi para eksportir maupun importir yang memiliki transaksi antara UEA dan Indonesia.
Tak berhenti di Dubai, Bank Syariah Indonesia kini tengah mematangkan rencana pembukaan kantor cabang di Jeddah, Arab Saudi. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekosistem halal, termasuk pasar haji dan umrah yang sangat besar.
Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, memiliki kontribusi yang substansial terhadap kunjungan jemaah haji dan umrah ke Arab Saudi. Setiap tahun, Indonesia memberangkatkan rata-rata sekitar 203 ribu jemaah haji, di mana sekitar 170 ribu atau 83% di antaranya adalah jemaah yang menggunakan layanan BSI.
Untuk jemaah umrah, data Siskopatuh tahun 2025 mencatat 1,6 juta jemaah dari seluruh Indonesia, dengan 84% di antaranya memilih BSI sebagai mitra perjalanan ibadah mereka. Ini menunjukkan dominasi BSI dalam ekosistem perjalanan spiritual umat muslim Indonesia.










Tinggalkan komentar