Mengejutkan Investor AS Borong Obligasi Danantara

Mengejutkan Investor AS Borong Obligasi Danantara

haluannews.id – Sebuah kejutan besar mewarnai debut penerbitan surat utang global perdana oleh Danantara Indonesia. Investor asal Amerika Serikat (AS) secara tak terduga muncul sebagai pemborong utama obligasi senilai 1,5 miliar dolar AS tersebut. Fakta ini menjadi sorotan penting mengingat tingginya minat yang mencapai 4,6 miliar dolar AS, atau lebih dari tiga kali lipat dari target awal, menunjukkan kepercayaan pasar yang luar biasa.

COLLABMEDIANET

Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, mengungkapkan bahwa sebaran pemodal dalam emisi obligasi ini memang menunjukkan antusiasme kuat dari investor Negeri Paman Sam. "Yang justru peminat dan yang membeli terbesarnya adalah dari Amerika Serikat," tegas Rosan dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini.

Mengejutkan Investor AS Borong Obligasi Danantara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara rinci, untuk obligasi dengan tenor lima tahun, investor dari AS menguasai sekitar 38% dari total penerbitan. Sementara itu, pemodal dari Eropa dan Timur Tengah mengambil porsi 41%, disusul Asia dengan 21%. Namun, pada obligasi bertenor sepuluh tahun, dominasi investor AS semakin kentara. Mereka menyerap 52% dari total, diikuti investor Eropa dan Timur Tengah sebesar 31%, serta Asia yang hanya 17%.

Rosan menilai komposisi ini cukup menarik. Pasalnya, secara historis, investor dari kawasan Asia biasanya menjadi pembeli utama surat utang yang diterbitkan oleh entitas Indonesia. Namun, dalam peluncuran obligasi perdana Danantara kali ini, justru investor AS yang memimpin.

Fenomena ini, menurut Rosan, adalah cerminan nyata dari keyakinan pasar internasional terhadap prospek Indonesia dan juga Danantara sebagai lembaga pengelola investasi negara. "Kepercayaan market, kepercayaan dunia luar terhadap Indonesia itu sangat baik dan ini tercermin dari mereka bersedia untuk membeli global bond Danantara," imbuhnya.

Sebelumnya, Danantara hanya menargetkan penggalangan dana sebesar 1 miliar dolar AS melalui obligasi global ini. Namun, setelah tahap penawaran awal (bookbuilding) mencatat permintaan yang membludak hingga 4,6 miliar dolar AS, nominal emisi akhirnya dinaikkan menjadi 1,5 miliar dolar AS.

Dana tersebut kemudian dibagi rata, masing-masing 750 juta dolar AS untuk tenor lima tahun dengan kupon 5,35%, dan 750 juta dolar AS untuk tenor sepuluh tahun dengan kupon 5,95%. Tingginya permintaan serta hasil investasi yang kompetitif ini menunjukkan sambutan hangat dari pemodal global terhadap obligasi perdana Danantara, yang baru saja mendapatkan peringkat kredit setara dengan rating negara Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar