haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG sukses menutup perdagangan awal pekan Senin 15 Juni 2026 dengan performa yang sangat impresif. Pasar modal Indonesia menunjukkan kekuatannya didorong oleh lonjakan signifikan pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang menjadi motor penggerak utama.

Related Post
IHSG mengakhiri sesi dengan kenaikan fantastis 24731 poin atau setara 412 persen mengunci posisi di level 625497. Sepanjang hari indeks sempat menyentuh puncak harian di 634580 sebelum sedikit meredup akibat aksi ambil untung pada sesi kedua namun tetap mempertahankan sebagian besar penguatannya. Total nilai transaksi harian mencapai Rp3006 triliun melibatkan 5011 miliar saham yang berpindah tangan dalam 319 juta kali frekuensi transaksi. Sebanyak 633 saham berhasil menguat 133 saham melemah dan 193 saham bergerak stagnan.

Meskipun sempat diwarnai aksi profit taking pada paruh kedua perdagangan mayoritas sektor industri tetap perkasa di zona hijau. Sektor bahan baku memimpin dengan apresiasi 747 persen diikuti sektor keuangan yang melesat 482 persen utilitas 387 persen dan konsumen non-primer 376 persen. Ini menunjukkan sentimen positif yang merata di berbagai lini bisnis.
Saham-saham bank raksasa menjadi pahlawan utama yang menopang laju IHSG hari ini. PT Bank Central Asia Tbk BBCA memberikan kontribusi terbesar dengan sumbangan 3279 poin. Disusul oleh PT Bank Mandiri Persero Tbk BMRI yang menyumbang 2347 poin PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI sebesar 2195 poin dan PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk BBNI sebesar 777 poin. Kekuatan empat bank besar ini tak terbantahkan dalam mendongkrak kinerja indeks.
Selain sektor perbankan beberapa emiten lain juga turut menyumbang energi positif bagi IHSG. PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS berkontribusi 1951 poin PT Capital Financial Indonesia Tbk CASA sebesar 1628 poin PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN sebesar 1003 poin PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM sebesar 731 poin serta PT Barito Renewables Energy Tbk BREN sebesar 627 poin.
Di tengah optimisme pasar investor asing turut membukukan aksi beli bersih senilai Rp2578 miliar di seluruh pasar pada sesi pertama. Berdasarkan data Indo Premier total transaksi investor asing pada sesi I mencapai Rp107 triliun dengan rincian pembelian sebesar Rp55 triliun dan penjualan Rp52 triliun. Pola transaksi menunjukkan asing secara agresif memborong saham-saham perbankan dan komoditas yang menjanjikan.
Aksi akumulasi terbesar oleh investor asing tercatat pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA dengan nilai mencapai Rp3008 miliar. Selain itu asing juga memborong saham BBCA sebesar Rp2628 miliar dan BMRI sebesar Rp2468 miliar. Beberapa saham komoditas juga menjadi incaran seperti PT Aneka Tambang Tbk ANTM senilai Rp1265 miliar PT Barito Pacific Tbk BRPT Rp431 miliar serta PT Timah Tbk TINS Rp379 miliar. Performa solid ini mengindikasikan kepercayaan investor terhadap prospek pasar modal Indonesia.










Tinggalkan komentar