haluannews.id – Saham PT Aneka Tambang Tbk ANTM mencatatkan performa luar biasa pada sesi perdagangan pertama hari Senin 15 Juni. Harga saham ANTM melesat tajam 1298 persen atau setara 370 poin mencapai level 3220. Lonjakan ini bukan kali pertama terjadi dan didorong oleh sentimen positif yang kuat baik dari dalam maupun luar negeri terutama terkait harga emas global yang terus menguat.

Related Post
Sukarno Alatas seorang Senior Analis dari Kiwoom Sekuritas memaparkan bahwa ANTM memiliki fundamental yang kokoh. Kekuatan ini bersumber dari kinerja segmen emas yang impresif tingginya harga emas serta kontribusi bisnis nikel dan alumina yang terus menunjukkan peningkatan signifikan. Ia juga menambahkan prospek ANTM ke depan sangat cerah. Hal ini ditopang oleh harga emas global yang stabil tinggi kuatnya permintaan emas di pasar domestik kenaikan harga jual rata-rata bijih nikel serta program hilirisasi mineral yang berkelanjutan.

"Segmen emas diprediksi akan tetap menjadi penyumbang laba terbesar bagi perseroan hingga tahun 2026" ujar Sukarno dalam keterangannya kepada haluannews.id.
Minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap investasi emas termasuk melalui skema cicilan berpotensi besar untuk mendongkrak permintaan emas fisik. Sebagai pemain utama dan distributor emas terbesar di Indonesia ANTM berada di posisi strategis untuk meraih keuntungan maksimal dari tren positif ini melalui peningkatan volume penjualan.
Sukarno menegaskan "Mengingat segmen emas merupakan kontributor utama pendapatan dan laba ANTM permintaan yang tinggi serta harga emas yang tetap kuat memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan. Kondisi ini juga menjadi salah satu pendorong utama pergerakan saham ANTM."
Kinerja cemerlang ANTM juga tercermin dari pencapaian historis pada tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp8464 triliun sebuah peningkatan 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih ANTM juga melonjak drastis mencapai Rp792 triliun tumbuh 106 persen dibandingkan capaian tahun 2024. Penjualan emas ANTM sendiri mencapai Rp6647 triliun sepanjang 2025 naik 15 persen dari Rp5756 triliun pada 2024 berkat permintaan yang tak surut.
Atas dasar analisis tersebut Sukarno merekomendasikan "Buy" untuk saham ANTM dengan target harga 4800 dalam jangka waktu 12 bulan.
Namun Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap beberapa risiko yang melekat pada saham ANTM. Pertama fluktuasi harga emas global yang sulit diprediksi. Kedua pergerakan harga nikel yang masih dapat mempengaruhi kinerja konsolidasi ANTM secara keseluruhan.
Ketiga lanjut Ekky kebijakan terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya RKAB royalti serta regulasi ekspor juga bisa menjadi tantangan serius bagi ANTM. Keempat investor perlu memperhatikan kemampuan ANTM dalam menjaga pasokan emas dan mempertahankan margin penjualan Logam Mulia.
"Jadi katalis positifnya memang ada tetapi risiko tetap tidak bisa diabaikan mengingat ini adalah saham komoditas" pungkas Ekky.










Tinggalkan komentar