haluannews.id – Sebuah pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan jajaran direksi dan komisaris utama bank-bank milik negara baru saja berlangsung. Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, memimpin rapat krusial ini pada Senin 15 Juni 2026, di Jakarta. Agenda utama pertemuan tersebut adalah meninjau secara mendalam performa bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Related Post
Dalam kesempatan tersebut, Dony Oskaria menekankan betapa vitalnya kinerja positif bank-bank Himbara sebagai pilar utama dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui penyaluran pembiayaan yang lebih besar, bank-bank ini diharapkan mampu menggerakkan sektor-sektor produktif dan ekonomi kerakyatan. Fokusnya meliputi industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta berbagai sektor lain yang berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing bangsa. Pernyataan ini turut dikutip dari akun Instagram resmi BUMN.

BP BUMN bersama Danantara dan seluruh jajaran Himbara berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa perbankan BUMN senantiasa menjadi motor penggerak pembangunan yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. Mereka terus berupaya mendukung agenda strategis pertumbuhan ekonomi nasional demi kemajuan bangsa.
Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit per April 2026 secara signifikan ditopang oleh kontribusi bank-bank BUMN. Angka penyaluran dana oleh bank-bank pelat merah jauh melampaui rata-rata industri. Secara tahunan, pertumbuhan kredit bank BUMN mencapai 14,35%, sementara rata-rata industri berada di angka 9,98%.
Beberapa bank BUMN menunjukkan performa gemilang pada kuartal I-2026. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil menyalurkan kredit senilai Rp1.562 triliun, dengan segmen UMKM menjadi tulang punggung bisnisnya, menyumbang Rp1.211 triliun. Ini menegaskan komitmen BRI dalam mendukung sektor riil.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan kredit impresif sebesar 17,4% secara tahunan, mencapai Rp1.530 triliun. Disusul oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang tumbuh 20,1% secara tahunan, dengan total kredit Rp919,3 triliun.
Tak ketinggalan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), yang berfokus pada kredit perumahan, juga melaporkan pertumbuhan dua digit sebesar 10,3% secara tahunan, mencapai Rp400,63 triliun. Terakhir, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) menunjukkan pertumbuhan 14,39% secara tahunan, dengan total kredit Rp328,54 triliun. Angka-angka ini menegaskan peran dominan bank BUMN dalam menopang perekonomian nasional.








Tinggalkan komentar