BI Gebrak Pasar! Luncurkan ‘BI-FRN’, Apa Untungnya?

BI Gebrak Pasar! Luncurkan 'BI-FRN', Apa Untungnya?

Haluannews Ekonomi – Bank Indonesia (BI) siap mengguncang pasar keuangan dengan meluncurkan instrumen surat berharga baru bernama BI Floating Rate Note (BI-FRN) pada 17 November mendatang. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar BI untuk memperdalam pasar uang Indonesia dan mendorong efisiensi transaksi keuangan.

COLLABMEDIANET

Fitra Jusdiman, Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI, mengungkapkan bahwa persiapan peluncuran BI-FRN sudah matang. Instrumen ini dirancang sebagai surat berharga dalam mata uang rupiah yang berfungsi sebagai pengakuan utang berjangka pendek, antara 1 hingga 12 bulan. Keunikan BI-FRN terletak pada suku bunganya yang mengambang, dihitung berdasarkan compounded INDONIA ditambah margin.

BI Gebrak Pasar! Luncurkan 'BI-FRN', Apa Untungnya?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

BI-FRN bukan hanya sekadar instrumen investasi. Bank sentral merancang BI-FRN agar dapat digunakan sebagai agunan Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLIP), surat berharga yang diperhitungkan dalam pemenuhan penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM), serta agunan Fasilitas Likuiditas Intrahari. Fleksibilitas ini menjadikan BI-FRN sebagai aset yang sangat likuid dan berguna bagi perbankan.

Tujuan utama penerbitan BI-FRN adalah untuk memperkuat Operasi Pasar (OM) Pro Market dan mendukung pendalaman pasar uang. Salah satu fokusnya adalah mendorong pengembangan Overnight Index Swap (OIS), sebuah kontrak pertukaran aliran suku bunga rupiah berdasarkan jumlah pokok tertentu yang dihitung harian (daily compounding) menggunakan INDONIA.

Suku bunga BI-FRN akan mengikuti pergerakan INDONIA. "Jika INDONIA misalnya punya bunga 4%, dan awalnya marginnya 50 bps, ini belum tentu akan didapatkan pada akhir periode tenornya," jelas Fitra. "Jadi nanti apabila suku bunga INDONIA terus bergerak turun, maka di ujung nanti bisa jadi dapatnya bukan 4% plus 50 bps tadi, sebaliknya juga begitu."

Sebagai instrumen mitigasi risiko suku bunga, pengembangan OIS berbasis INDONIA bertujuan untuk mendukung pembentukan harga yang forward looking, transaction-based pada seluruh tenor, serta terbentuk secara efisien, transparan, dan kredibel. Hal ini sejalan dengan rencana penghentian publikasi JIBOR mulai 1 Januari 2026.

Meskipun likuiditas OIS saat ini masih terbatas, BI berupaya memperkuat ekosistem OIS melalui berbagai inisiatif, termasuk matchmaking OIS, penerbitan BI-FRN, perluasan interkoneksi, penguatan kompetensi pelaku pasar, dan penguatan price discovery. Matchmaking OIS bertujuan untuk memfasilitasi penemuan harga dan mendorong pasar OIS domestik, serta mendukung pembentukan tingkat referensi INDONIA yang berorientasi masa depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar