Terkuak! Modal Asuransi RI Terlalu Kecil Hadapi Bencana?
Haluannews Ekonomi – Industri asuransi dan reasuransi di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam menyerap risiko klaim, terutama yang berkaitan dengan bencana alam. Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, mengungkapkan bahwa frekuensi dan intensitas bencana di tanah air menjadi beban berat bagi produk proteksi seperti asuransi harta benda dan kendaraan bermotor. Pernyataan ini disampaikan dalam dialog Power Lunch Haluannews.id pada Kamis (11/12/2025).

Related Post

Delil menyoroti bahwa meskipun Indonesia memiliki banyak pemain di sektor ini – tercatat lebih dari 70 perusahaan asuransi umum dan syariah, 50 asuransi jiwa, serta 9 perusahaan reasuransi – permodalan masing-masing masih tergolong kecil. Kondisi ini secara signifikan membatasi kemampuan mereka untuk menyerap risiko klaim yang besar, terutama saat terjadi bencana berskala luas. Oleh karena itu, penguatan permodalan menjadi langkah krusial yang harus segera dilakukan oleh industri asuransi dan reasuransi demi menjaga stabilitas finansial dan kepercayaan publik.
Dinamika risiko bencana yang terus meningkat menuntut industri untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga berinovasi dalam strategi pengelolaan risiko. Diskusi mendalam mengenai tantangan dan strategi adaptasi ini menjadi sorotan utama dalam program Power Lunch Haluannews.id, yang menggarisbawahi urgensi bagi para pelaku industri untuk segera mengambil langkah konkret demi menjaga keberlanjutan sektor proteksi di Indonesia dan memastikan perlindungan yang memadai bagi masyarakat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar