Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggenjot upaya peningkatan kualitas perusahaan yang berencana melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Langkah tegas ini diumumkan menyusul pernyataan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, di awal tahun 2025, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas emiten sebelum melantai di bursa.

Related Post
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, memaparkan sejumlah strategi komprehensif yang melibatkan seluruh stakeholder, termasuk penjamin emisi efek dan profesi penunjang pasar modal. "Pendekatan yang komprehensif sangat krusial untuk memastikan kualitas emiten IPO," tegas Inarno dalam keterangan resmi Jumat (7/2/2025).

Beberapa langkah strategis yang tengah dan akan dijalankan OJK antara lain: pertama, mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI), penjamin emisi efek, dan pihak terkait untuk melakukan due diligence yang lebih ketat terhadap calon emiten. Kedua, mengajak penjamin emisi efek untuk lebih teliti dalam mengidentifikasi kredibilitas calon investor dan sumber dananya, terutama bagi mereka yang mendapatkan jatah pasti.
Ketiga, BEI didorong untuk meningkatkan free float minimum dan fokus pada emiten dengan kapitalisasi pasar yang besar. Keempat, OJK akan meningkatkan kualitas due diligence melalui revisi POJK terkait pengendalian internal dan perilaku perusahaan efek yang bertindak sebagai penjamin emisi dan perantara pedagang efek. Revisi ini akan merinci kewajiban dan tanggung jawab penjamin emisi dalam proses penawaran umum.
Kelima, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana, OJK sedang merevisi aturan terkait penggunaan dana dalam prospektus. Lebih lanjut, OJK juga tengah mengkaji mekanisme lock up saham yang lebih efektif bagi pemegang saham yang terikat kewajiban lock up. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menyaring calon emiten dan menjaga kualitas pasar modal Indonesia.









Tinggalkan komentar