Haluannews Ekonomi – Perang dagang dan ketidakpastian tarif impor AS masih menjadi momok bagi pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Hal ini disampaikan Danica Adhitama, Direktur Pemasaran PT Bahana TCW Investment Management, dalam wawancara di program Power Lunch Haluannews.id. Ia menekankan bahwa kesepakatan dagang yang solid sangat krusial untuk meredam inflasi dan meningkatkan optimisme pasar.

Related Post
Namun, bayang-bayang kebijakan suku bunga The Fed dan membengkaknya utang AS tetap menjadi ancaman. Di sisi lain, stimulus pemerintah dan penurunan suku bunga di dalam negeri berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar saham dan nilai tukar Rupiah.

Menariknya, Manajemen Investasi (MI) menyarankan agar investor tetap berpegang pada aset defensif seperti pasar uang dan deposito berjangka (RDPT). Akan tetapi, rebalancing portofolio ke saham dan reksa dana campuran (RD Campuran) yang memiliki fundamental kuat mulai dilirik sebagai strategi jangka panjang.
Strategi investasi yang tepat di tengah ketidakpastian ekonomi global menuju 2025 menjadi kunci. Wawancara lengkap Danica Adhitama dapat disimak kembali dalam tayangan Power Lunch Haluannews.id, Senin, 7 Juli 2025.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar