Waspada! Bos Goldman Sachs Ramal Koreksi Saham Bakal Terjadi

Waspada! Bos Goldman Sachs Ramal Koreksi Saham Bakal Terjadi

Haluannews Ekonomi – CEO Goldman Sachs, David Solomon, memberikan peringatan kepada para investor saham terkait euforia berlebihan terhadap kecerdasan buatan (AI) yang dinilai telah mendorong pasar saham ke level yang tidak realistis. Solomon memprediksi potensi koreksi signifikan dalam kurun waktu 12 hingga 24 bulan mendatang.

COLLABMEDIANET

Solomon menyampaikan pandangannya dalam acara Italian Tech Week di Turin, Italia. Menurutnya, pasar saham selalu bergerak dalam siklus. Lonjakan teknologi baru yang menarik banyak modal dan perusahaan baru seringkali membuat pasar bereaksi berlebihan.

Waspada! Bos Goldman Sachs Ramal Koreksi Saham Bakal Terjadi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ia menyoroti kemiripan situasi saat ini dengan gelembung dotcom pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Kala itu, banyak perusahaan berbasis internet bermunculan, namun sebagian besar akhirnya gagal. Solomon tidak menyebut situasi saat ini sebagai "bubble", namun ia melihat adanya antusiasme berlebihan dari para investor.

"Ketika investor terlalu bersemangat, mereka cenderung fokus pada potensi keuntungan dan mengabaikan risiko yang mungkin timbul," ujarnya. Solomon memperkirakan akan terjadi "reset" di pasar saham seiring dengan banyaknya investasi yang tidak menghasilkan imbal hasil sesuai harapan. Besaran koreksi yang terjadi akan bergantung pada seberapa lama reli ini berlangsung.

Dalam beberapa tahun terakhir, euforia AI telah mendongkrak valuasi saham perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Alphabet, Palantir, dan Nvidia, serta mendorong indeks saham Wall Street mencetak rekor baru. Namun, sejumlah tokoh terkemuka mulai memberikan peringatan. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menilai AI saat ini berada dalam "industrial bubble". Sementara investor Leon Cooperman dan hedge fund manager Karim Moussalem memperingatkan risiko spekulatif besar yang dapat memicu kejatuhan cepat pada perdagangan saham bertema AI.

Meskipun demikian, Solomon tetap optimistis terhadap potensi jangka panjang teknologi AI. Ia meyakini bahwa teknologi ini membuka peluang besar bagi dunia usaha.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar