Wall Street Panik! Ada ‘Kecoak’ Baru di Sektor Keuangan AS?

Wall Street Panik! Ada 'Kecoak' Baru di Sektor Keuangan AS?

Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan Amerika Serikat sedang dilanda gejolak, dipicu kekhawatiran akan risiko sistemik baru yang berasal dari potensi kredit macet di industri keuangan non-bank (IKNB). Kondisi ini memicu aksi jual saham besar-besaran, khususnya pada saham-saham perbankan regional.

COLLABMEDIANET

Kamis lalu menjadi saksi bisu kepanikan pasar, dengan Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 300 poin. Indeks SPDR S&P Regional Banking ETF (KRE), yang mengukur kinerja bank regional, juga merosot tajam. Saham Zions Bancorporation dan Western Alliance Bancorp menjadi sorotan utama, dengan penurunan masing-masing di atas 13% dan 10%.

Wall Street Panik! Ada 'Kecoak' Baru di Sektor Keuangan AS?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Awalnya, analis perbankan menilai kejadian ini sebagai insiden tunggal. Mereka berpendapat masalah di Zion dan Western Alliance hanya terkait beberapa peminjam bermasalah, bukan risiko sistemik yang lebih luas. Namun, rentetan kredit macet yang cepat dan reaksi pasar yang negatif menunjukkan investor kini lebih waspada.

CEO JPMorgan, Jamie Dimon, bahkan memberikan pernyataan yang membuat bulu kuduk berdiri. Ia menyebutkan kemungkinan adanya lebih banyak "kecoak" di industri keuangan AS, setelah banknya melakukan penghapusan piutang yang signifikan pada kuartal ketiga akibat tekanan dari Tricolor Holdings.

Mike Mayo, analis bank dari Wells Fargo Securities, membenarkan pernyataan Dimon. "Saya bertanya kepada Jamie Dimon tentang masalah ini, dan mendengar, ‘ketika Anda melihat satu kecoak, kemungkinan besar ada beberapa lagi’. Jadi saya pikir para investor sedang mencari kecoak, dan itulah yang terjadi," ujarnya.

Kekhawatiran utama tertuju pada pinjaman yang ada di IKNB. Lembaga ini memberikan alternatif pendanaan di luar bank tradisional, namun kurang transparan dan regulasinya tidak seketat bank. Hal ini menimbulkan risiko leverage yang tidak diketahui dampaknya bagi sistem keuangan.

Data Federal Reserve menunjukkan pinjaman ke IKNB oleh bank komersial melonjak lebih dari 50% secara tahunan pada 2025, perubahan data terbesar sejak 2016. Peter Corey, kepala strategi pasar di Pave Finance, menyebutkan lonjakan besar pinjaman ke IKNB dan menyoroti masalah transparansi aliran kredit bank ke IKNB.

Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa kredit swasta seperti IKNB belum teruji dalam kondisi ekonomi yang melemah. Macrae Sykes, manajer portofolio Gabelli Financial Services Opportunities ETF (GABF), mencatat bahwa kondisi makroekonomi saat ini sebenarnya menguntungkan bagi perbankan.

Meskipun demikian, investor tetap waspada terhadap potensi risiko dari pinjaman bermasalah IKNB ke perbankan, mengingat porsi pembiayaan yang terus membengkak. Pasar kini menanti perkembangan lebih lanjut dan berharap otoritas terkait dapat segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah krisis yang lebih besar.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar