Terungkap! Strategi Vale Jamin Nikel RI Pimpin Transisi Hijau

Terungkap! Strategi Vale Jamin Nikel RI Pimpin Transisi Hijau

Haluannews Ekonomi – Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, secara blak-blakan menepis narasi negatif seputar industri pertambangan yang kerap dituding destruktif. Dalam sebuah forum ekonomi, ia menegaskan bahwa sektor pertambangan, khususnya nikel, merupakan fondasi krusial bagi peradaban modern dan motor penggerak utama transisi energi global. Irmanto menyoroti fakta bahwa penggunaan lahan untuk aktivitas pertambangan secara global kurang dari 1%, sebuah angka yang jauh dari persepsi umum.

COLLABMEDIANET

Nikel, bersama mineral strategis lainnya, memegang peran sentral dalam revolusi energi hijau. Komoditas ini menjadi bahan baku esensial untuk katoda baterai kendaraan listrik (EV), sistem penyimpanan energi terbarukan, hingga komponen infrastruktur turbin angin dan jaringan transmisi yang efisien.

Terungkap! Strategi Vale Jamin Nikel RI Pimpin Transisi Hijau
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Saya berani sampaikan ke publik bahwa nikel yang diproduksi Vale ini adalah sustainable nikel," ujar Irmanto dalam Jogja Financial Festival 2026, Sabtu (23/5/2026), menegaskan komitmen perusahaan terhadap praktik penambangan yang bertanggung jawab.

Indonesia, lanjutnya, diberkahi dengan cadangan nikel terbesar di dunia. Tantangan utama saat ini adalah bagaimana negara dan pelaku industri dapat mengonversi deposit melimpah ini menjadi nilai tambah yang signifikan, sekaligus menjaga prinsip keberlanjutan. Irmanto mengingatkan bahwa fokus berlebihan pada maksimisasi produksi tanpa mempertimbangkan dinamika pasar dan teknologi dapat berujung pada penurunan harga nikel.

Menurutnya, pertanyaan fundamental yang harus dijawab adalah ‘bagaimana dan mengapa’ kita memproduksi nikel. Ini bukan sekadar komoditas, melainkan elemen vital yang mendukung transisi energi global, dengan tujuan akhir memproduksi nikel secara bertanggung jawab.

Vale secara konsisten menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab lingkungan dan sosial. Sebagai contoh, perusahaan tidak hanya memposisikan diri sebagai produsen kobalt di Kongo, tetapi juga sebagai pemimpin dalam keberlanjutan dan keanekaragaman hayati. "Kami ingin memposisikan Vale membawa dampak positif terhadap hutan. Jika kami membuka lahan 1 hektar, kami akan memperbaiki 1,5 hektar," tegas Irmanto.

Ia menambahkan, "Kualitas tambang Vale jauh lebih baik, mengikuti standar nasional dan internasional. Kami yakin nikel yang diproduksi benar-benar bukan hanya komoditas, tetapi ada agenda transisi energi. Tidak elok jika transisi energi justru merusak lingkungan." Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi Vale untuk memastikan bahwa pasokan nikel Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar global, tetapi juga berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar