Revolusi Digital Bank Mandiri: Livin’ Catat 13 Juta Transaksi Harian!

Revolusi Digital Bank Mandiri: Livin' Catat 13 Juta Transaksi Harian!

Haluannews Ekonomi –
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menegaskan posisinya sebagai pionir dalam transformasi digital perbankan Indonesia. Aplikasi Livin’ by Mandiri kini membukukan rata-rata sekitar 10 juta transaksi setiap harinya, sebuah pencapaian yang menggarisbawahi masifnya adopsi layanan keuangan digital di tengah masyarakat. Bahkan, pada periode-periode tertentu, volume transaksi harian Livin’ mampu menembus angka impresif 13 juta kali.

COLLABMEDIANET
Revolusi Digital Bank Mandiri: Livin' Catat 13 Juta Transaksi Harian!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, dalam gelaran Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026), menyoroti dampak efisiensi dari fenomena ini. "Angka tersebut berarti hampir mencapai 4,5 miliar akses dalam setahun untuk aplikasi Livin’. Dapat dibayangkan betapa tidak efisiennya jika seluruh transaksi ini masih harus dilayani secara konvensional melalui kantor cabang," jelas Novita.

Livin’ by Mandiri telah menjadi bagian integral dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Berbagai kebutuhan finansial, mulai dari pembayaran transportasi daring, pengisian ulang uang elektronik, transfer dana antarbank, hingga pelunasan biaya pendidikan, kini dapat diakses dengan mudah melalui satu platform.

Lonjakan transaksi digital ini, menurut Novita, tidak terlepas dari dominasi generasi muda, yakni milenial dan Gen Z, dalam penggunaan internet nasional. Data internal Bank Mandiri menunjukkan bahwa sekitar 95% aktivitas harian kelompok usia ini sangat bergantung pada internet. Lebih lanjut, kontribusi mereka terhadap total penggunaan internet di Indonesia mencapai sekitar 93%. "Era digitalisasi secara fundamental telah mengubah perilaku konsumen dan sekaligus mendorong evolusi model bisnis perbankan," imbuhnya.

Meskipun digitalisasi terus melaju pesat, Bank Mandiri tetap mengakui pentingnya layanan perbankan konvensional. Keberadaan kantor cabang masih krusial untuk melayani segmen masyarakat yang masih mengandalkan transaksi tunai atau membutuhkan interaksi tatap muka langsung.

Saat ini, Bank Mandiri melayani sekitar 39 juta nasabah melalui kombinasi strategis lebih dari 2.100 cabang fisik serta platform digital unggulan seperti Livin’ dan Kopra. Novita menegaskan bahwa sinergi antara jaringan online dan offline inilah yang menjadi pilar kekuatan utama perseroan dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat di berbagai pelosok Indonesia.

"Dengan kekuatan jaringan yang komprehensif ini, kami mampu mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi yang melampaui rata-rata industri," kata Novita. Sebagai bukti, pertumbuhan kredit Bank Mandiri pada kuartal I-2026 tercatat sekitar 17%, jauh di atas rata-rata industri perbankan yang berada di kisaran 9%.

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas digitalnya, termasuk investasi pada aspek keamanan sistem. Hal ini sangat krusial mengingat volume transaksi digital yang terus meningkat pesat. "Ketika kita berbicara tentang digital, kita juga harus secara inheren membahas keamanan di dalamnya," pungkasnya, sebagaimana dilaporkan oleh Haluannews.id.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar