Terungkap Cara Allo Bank Tak Goyah Suku Bunga

Terungkap Cara Allo Bank Tak Goyah Suku Bunga

haluannews.id – Jakarta Bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk BBHI membeberkan jurus jitu mereka dalam menghadapi gejolak kenaikan suku bunga acuan. Langkah ini diambil menyusul keputusan Bank Indonesia BI yang kembali mengerek BI-Rate sebesar 25 basis poin bps hingga mencapai 575 persen dalam Rapat Dewan Gubernur RDG pada 17-18 Juni 2026. Secara kumulatif BI telah menaikkan suku bunga sebesar 100 bps sejak Mei 2026 termasuk kenaikan di luar jadwal pada 9 Juni 2026.

COLLABMEDIANET

Komisaris Utama Independen Allo Bank Aviliani menegaskan bahwa kenaikan BI-Rate tidak serta merta membuat perseroan langsung menyesuaikan bunga yang ditawarkan kepada nasabah. Menurutnya keputusan tersebut selalu mempertimbangkan struktur biaya yang dimiliki bank. "Dengan BI Rate tidak otomatis kita menaikkan tapi tetap melihat cost yang kita keluarkan. Jadi kalau kita lihat sebenarnya cost kita luar biasa sangat efektif BOPO kita kan cukup rendah" ujar Aviliani seusai RUPS Allo Bank di Jakarta Kamis 2562026.

Terungkap Cara Allo Bank Tak Goyah Suku Bunga
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain tekanan dari BI-Rate industri perbankan juga dihadapkan pada penyesuaian tingkat bunga penjaminan TBP oleh Lembaga Penjamin Simpanan LPS. LPS telah memutuskan untuk menaikkan TBP menjadi 375 persen untuk simpanan rupiah di bank umum yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.

Menanggapi hal tersebut Aviliani menjelaskan bahwa setiap bank memiliki kebijakan berbeda dalam menyesuaikan bunga simpanan. Penyesuaian ini dilakukan dengan menyeimbangkan antara penyaluran kredit dan penghimpunan dana namun tetap harus berada dalam koridor yang ditetapkan LPS. "Kita kan untuk bank digital itu biasanya diberikan lebih tinggi dibandingkan bank umum biasa. Paling tidak bukan diberikan keleluasaan tapi paling tidak kita melihat berapa kredit yang kita berikan tentunya disesuaikan dengan dana" imbuhnya.

Untuk tahun 2026 Allo Bank memfokuskan strategi utama pada perluasan kerja sama dengan mitra bisnis. Perseroan menilai model bisnis berbasis kemitraan jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penyaluran pinjaman langsung kepada individu. Aviliani menambahkan penyaluran pembiayaan kepada nasabah melalui ekosistem mitra bisnis juga berpotensi menekan risiko kredit bermasalah atau non-performing loan NPL.

Di tengah tantangan daya beli masyarakat khususnya kelompok menengah Allo Bank tetap berkomitmen melakukan ekspansi bisnis secara selektif. Perseroan menekankan kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan dengan mempertimbangkan profil risiko setiap nasabah. Aviliani menjelaskan kerja sama dengan mitra bisnis memungkinkan bank memperoleh gambaran lebih jelas mengenai pola belanja dan perilaku transaksi nasabah. Dengan demikian keputusan pemberian fasilitas paylater dapat dilakukan berdasarkan data transaksi yang lebih terukur.

Selain memperkuat bisnis paylater Allo Bank juga terus mengembangkan layanan transaksi digital lainnya. Perseroan tengah memperluas fitur transaksi valuta asing pembayaran tagihan serta berbagai layanan transaksi harian guna memperluas jaringan dan meningkatkan aktivitas nasabah di platform Allo Bank. Sebagai gambaran Allo Bank mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 104 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini ditopang pendapatan operasional Allo Bank yang melonjak 23 persen secara tahunan year on year yoy menjadi Rp 474 miliar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar