haluannews.id – ID Survey, perusahaan survei terkemuka, menggebrak dengan target kinerja keuangan yang ambisius untuk tahun 2026. Manajemen perusahaan optimis mampu mencetak pertumbuhan di atas 20 persen, didorong oleh performa cemerlang yang telah dicapai hingga April 2026. Direktur Utama ID Survey, Arisudono Soerono, menyampaikan proyeksi ini dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis 25 Juni 2026.

Related Post
Arisudono merinci, target pertumbuhan lebih dari 20 persen itu akan ditopang oleh lonjakan pendapatan sebesar 28 persen. Tak hanya itu, laba bersih perusahaan diproyeksikan meroket 21 persen, sementara EBITDA diharapkan melesat hingga 27 persen. Angka-angka ini menunjukkan keyakinan kuat ID Survey terhadap prospek bisnisnya di masa depan.

Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Hingga April 2026, pendapatan konsolidasi ID Survey telah mencapai Rp2,19 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan sekitar 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang kala itu tercatat Rp2,02 triliun. Dengan capaian ini, ID Survey telah mengantongi sekitar 22,7 persen dari target pendapatan tahunan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 yang sebesar Rp9,66 triliun.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasi perusahaan juga menunjukkan tren positif. Hingga akhir April 2026, ID Survey berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp264,7 miliar, naik sekitar 9,9 persen dari Rp240,8 miliar pada April 2025. Pencapaian ini telah memenuhi sekitar 22,2 persen dari target laba bersih RKAP 2026 yang dipatok sebesar Rp1,190 triliun.
Kinerja operasional perusahaan yang diukur melalui EBITDA turut mengalami akselerasi. Tercatat, EBITDA hingga April 2026 menyentuh angka Rp447,2 miliar, melonjak 11,7 persen dibandingkan Rp400,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini setara dengan 22,8 persen dari target EBITDA tahunan RKAP 2026 yang mencapai Rp1,958 triliun.
Sementara itu, posisi neraca keuangan ID Survey juga semakin kokoh. Total aset konsolidasi hingga April 2026 mencapai Rp10,769 triliun, tumbuh sekitar 8,6 persen dari Rp9,914 triliun pada April 2025. Yang menarik, posisi aset ini telah mencapai sekitar 95,1 persen dari target total aset RKAP 2026 sebesar Rp11,326 triliun, menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan aset.
"Semua target ini kami proyeksikan tercapai di tahun 2026," tegas Arisudono. Ia menambahkan, optimisme ini didasari oleh kesiapan perusahaan yang matang, didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, serta kemampuan untuk sigap menangkap berbagai peluang bisnis yang muncul di pasar. ID Survey yakin memiliki fondasi yang kuat untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi positif.










Tinggalkan komentar