haluannews.id – Indonesia bersiap menancapkan dominasinya sebagai kekuatan ekonomi digital di kawasan, dengan target krusial pada tahun 2026. Momentum ini akan dimanfaatkan untuk menggenjot pengembangan serta implementasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara masif. Hammam Riza, Ketua Umum Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), menegaskan bahwa AI akan menjadi fondasi utama bagi visi besar tersebut.

Related Post
Potensi Indonesia di sektor ini sangat menjanjikan. Dengan populasi pengguna internet yang mencapai 230 juta jiwa, nilai ekonomi digital Tanah Air telah menembus angka USD 100 miliar. Lebih jauh lagi, sektor ekonomi AI diproyeksikan mampu mencapai USD 180 miliar, sebuah angka yang menunjukkan peluang luar biasa untuk pertumbuhan.

Untuk merealisasikan potensi tersebut, Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan yang harus diatasi. Prioritas utama meliputi penguatan infrastruktur digital, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan talenta digital yang mumpuni, serta mendorong inovasi di berbagai sektor. Langkah-langkah ini krusial untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan dari adopsi AI.
Bagaimana prospek dan strategi Indonesia dalam membangun ekosistem AI nasional yang kokoh? Pertanyaan ini menjadi fokus pembahasan mendalam. Simak ulasan lengkap dari Serliana Salsabila bersama Ketua Umum KORIKA, Hammam Riza, dalam program Profit di haluannews.id pada Jumat (03/07/2026).









Tinggalkan komentar