Terungkap Strategi Rahasia Calon Bos BI Ini Bikin Heboh DPR

Terungkap Strategi Rahasia Calon Bos BI Ini Bikin Heboh DPR

haluannews.id – Jakarta – Sebuah gebrakan strategis yang diberi nama "SEMANGKA Nusantara versi dua" menjadi sorotan utama dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro di hadapan Komisi XI DPR RI pada Kamis 27 Agustus 2026. Solikin, yang diajukan untuk menggantikan Aida S Budiman, memaparkan visi ambisiusnya untuk mengatasi "trilema keberlanjutan" yang selama ini membayangi perekonomian nasional.

COLLABMEDIANET

Dalam pemaparannya, Solikin menggarisbawahi bahwa Bank Sentral kerap dihadapkan pada dilema antara menjaga stabilitas ekonomi, memacu pertumbuhan tinggi, dan memastikan pembangunan yang inklusif. Namun, dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di BI, ia meyakini bahwa ketiga aspek krusial ini bukanlah pilihan yang saling meniadakan, melainkan elemen yang dapat saling memperkuat. "Stabilitas adalah fondasi pertumbuhan, pertumbuhan membuka lapangan kerja lebih luas, dan inklusivitas memperkokoh basis ekonomi serta sosial. Pada akhirnya, fondasi ekonomi yang kuat akan kembali menopang stabilitas. Ketiganya bersinergi secara dinamis," tegas Solikin di Gedung DPR/MPR RI, seperti dilaporkan haluannews.id.

Terungkap Strategi Rahasia Calon Bos BI Ini Bikin Heboh DPR
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Untuk mewujudkan sinergi tersebut, Solikin memperkenalkan kerangka delapan pilar yang ia rangkum dalam akronim "SEMANGKA Nusantara versi dua". Konsep ini dirancang secara berlapis, dengan S-E-M-A sebagai jangkar kebijakan utama, N dan G sebagai mesin penggerak transformasi, serta K-A sebagai pengungkit implementasi yang efektif.

Huruf S dalam "SEMANGKA" merepresentasikan Stabilitas Dinamis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan, sebuah komitmen menjaga keseimbangan ekonomi di tengah gejolak. E adalah Efektivitas Kebijakan Moneter dan Operasi Moneter yang Pro Market, memastikan kebijakan BI responsif terhadap dinamika pasar. Selanjutnya, M merujuk pada Makroprudensial Adaptif, Inovatif, dan Pro Growth, sebuah pendekatan pengawasan yang fleksibel namun tetap mendorong pertumbuhan. Sementara A pertama berarti Akselerasi Pendalaman Pasar Keuangan, upaya untuk memperkuat infrastruktur pasar modal dan keuangan.

Beranjak ke mesin transformasi, N adalah Navigasi Ekonomi dan Keuangan Inklusif, Termasuk UMKM, yang fokus pada pemberdayaan sektor riil dan usaha mikro kecil menengah. G melambangkan Gerak Cepat Digitalisasi Sistem Pembayaran, mengakselerasi adopsi teknologi untuk efisiensi transaksi. Terakhir, K-A sebagai pengungkit implementasi, di mana K mencerminkan Kelembagaan BI yang Kredibel dan Berkelola Baik, menekankan tata kelola yang transparan dan akuntabel. A terakhir adalah Aksi Bersama dan Sinergi Kebijakan Nasional, mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mencapai tujuan ekonomi. Solikin menegaskan, pendekatan ini selaras dengan semangat Soemitronomics yang mengedepankan pembangunan kekuatan ekonomi dari dalam, memperkuat fondasi struktural, dan memastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan masyarakat luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar