Terkuak! Jurus Ganda SOLA: Aspal Mulus & Revolusi Dekarbonisasi

Terkuak! Jurus Ganda SOLA: Aspal Mulus & Revolusi Dekarbonisasi

Haluannews Ekonomi – PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA), emiten yang dikenal dengan kontribusinya di sektor konstruksi jalan, tidak hanya mematok target pendapatan ambisius sebesar Rp 300 miliar pada tahun 2026, tetapi juga secara mengejutkan merambah bisnis dekarbonisasi. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tidak hanya memperkuat fondasi bisnis inti, namun juga proaktif dalam mendukung keberlanjutan lingkungan di Indonesia.

COLLABMEDIANET

Mochamad Bhadaiwi, Direktur Utama SOLA, menegaskan bahwa sektor konstruksi jalan tetap menjadi tulang punggung utama dalam mencapai proyeksi pendapatan tersebut. "Bisnis konstruksi jalan masih menjadi andalan kami untuk mengejar target pendapatan Rp 300 miliar di tahun 2026," ujar Bhadaiwi dalam sebuah dialog eksklusif dengan Haluannews.id. Fokus pada segmen ini mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap potensi pasar infrastruktur yang terus berkembang di Tanah Air.

Terkuak! Jurus Ganda SOLA: Aspal Mulus & Revolusi Dekarbonisasi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Untuk mendukung ekspansi di segmen material, SOLA juga melanjutkan kolaborasi strategis dengan Polyroad, perusahaan asal Afrika Selatan. Kemitraan ini berfokus pada produksi material stabilisasi tanah yang inovatif, menyasar pasar pemilik jalan operasional di sektor pertambangan dan perkebunan. Material ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan durabilitas infrastruktur jalan di area-area tersebut, yang kerap menghadapi tantangan kondisi medan yang berat.

Namun, gebrakan paling menarik dari SOLA adalah komitmennya terhadap program dekarbonisasi pemerintah. Perusahaan ini memastikan dukungannya melalui proyek bersama dengan Apolpo LLC, sebuah entitas yang akan mengembangkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di Indonesia. Inisiatif ini menandai diversifikasi bisnis SOLA ke arah energi bersih dan keberlanjutan, sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission.

Strategi komprehensif yang diusung SOLA ini mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap dinamika pasar dan tuntutan keberlanjutan. Dengan memadukan kekuatan di bisnis inti aspal dan material konstruksi, serta merambah inovasi di sektor dekarbonisasi, SOLA berupaya menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau. Diskusi mendalam mengenai strategi bisnis emiten aspal ini sebelumnya disiarkan dalam program Closing Bell Haluannews.id pada Senin, 02 Februari 2026.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar