haluannews.id – Pasar keuangan domestik kembali dilanda gejolak pada perdagangan Selasa (22/09) di tengah sentimen negatif yang terus membayangi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu bertahan, terpantau melemah 0,63% dan bertengger di level 6.344 pada pukul 10:04 WIB. Bersamaan dengan itu, nilai tukar Rupiah juga terus tertekan, anjlok hingga menyentuh angka Rp 17.890 per Dolar Amerika Serikat, memicu kekhawatiran pelaku pasar.

Related Post
Guncangan di pasar modal dan valuta asing ini tak lepas dari berbagai faktor, termasuk antisipasi investor terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dinanti-nanti. Di kancah global, ketegangan geopolitik antara Houthi dan Arab Saudi turut menambah daftar kekhawatiran, meskipun detailnya belum sepenuhnya terungkap.

Sementara itu, dinamika berbeda terjadi di pasar komoditas. Harga minyak mentah dunia masih berjuang di level psikologis USD 100 per barel. Tekanan terhadap harga emas hitam ini sedikit mereda berkat upaya diplomasi yang intensif antara Amerika Serikat dan Iran, yang diharapkan mampu menstabilkan pasokan global. Di sisi lain, harga batu bara justru menunjukkan performa impresif. Komoditas energi ini melesat naik hingga USD 144 per ton, didorong oleh lonjakan permintaan global yang tak terbendung untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
Seluruh perkembangan ini diulas secara mendalam oleh Mercy Widjaja dalam program Profit di haluannews.id, pada tayangan Selasa, 15 September 2026. Analisisnya memberikan gambaran komprehensif mengenai pergerakan pasar dan faktor-faktor pemicunya.










Tinggalkan komentar