Saham Raksasa Ini Bikin IHSG Terjun Bebas

Saham Raksasa Ini Bikin IHSG Terjun Bebas

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG terperosok tajam lebih dari satu persen pada sesi perdagangan siang Selasa 22 September 2026. Indeks acuan bursa ini anjlok 7116 poin atau 111 persen dan parkir di level 631357.

COLLABMEDIANET

Pergerakan pasar di sesi pertama menunjukkan dominasi sentimen negatif. Mayoritas saham di bursa mengalami koreksi signifikan, dengan 537 emiten terpantau melemah. Hanya 157 saham yang berhasil menguat, sementara 269 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan berarti.

Saham Raksasa Ini Bikin IHSG Terjun Bebas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sektor energi menjadi biang kerok utama penurunan IHSG, ambles hingga 307 persen. Disusul oleh sektor properti dan real estate yang merosot 15 persen, serta sektor utilitas yang juga tertekan 12 persen. Kombinasi tekanan dari sektor-sektor besar ini menyeret IHSG ke zona merah.

Total aktivitas transaksi saham pada sesi ini mencapai 20630 juta lot, dengan nilai transaksi fantastis sebesar Rp799 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 136 juta kali, menunjukkan intensitas jual beli yang tinggi di pasar.

Padahal, awal perdagangan sempat menjanjikan. IHSG dibuka dengan optimisme di level 639234 dan bahkan sempat menyentuh puncak harian di 642384. Namun, gelombang tekanan jual yang masif kemudian membalikkan arah indeks, membawanya terjun bebas hingga menyentuh titik terendah 627768. Meskipun sempat ada upaya pemulihan, IHSG belum mampu kembali ke level pembukaan dan tetap ditutup melemah di sesi siang.

Saham PT Bayan Resources Tbk BYAN menjadi penekan terbesar IHSG, menyumbang bobot minus 1671 poin. Saham perusahaan batu bara raksasa ini anjlok 781 persen, kembali ke level 12100 setelah sempat bertengger di 13825 pada akhir pekan lalu. Selain BYAN, saham-saham blue chip lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI, PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS, PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM, dan PT Bumi Resources Tbk BUMI juga turut memperparah tekanan pada indeks.

Di sisi lain, beberapa saham berhasil menjadi penopang dan menahan koreksi lebih dalam. Di antaranya adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN, PT Bank Central Asia Tbk BBCA, PT Merdeka Gold Resources Tbk EMAS, PT Indosat Tbk ISAT, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk CPIN.

Para pelaku pasar di Indonesia pada Selasa 22 September 2026 juga tengah memantau ketat perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas global. Di sisi lain, lonjakan bursa Wall Street Amerika Serikat dan pergerakan positif Bitcoin diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah.

Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada Rapat Dewan Gubernur RDG Bank Indonesia BI yang dimulai hari ini dan akan berlangsung selama dua hari. Keputusan mengenai suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu 23 September 2026. Pengumuman ini menjadi yang pertama bagi Destry Damayanti setelah resmi menjabat sebagai Gubernur BI definitif pada 2 September. Mayoritas analis dan konsensus pasar memperkirakan BI akan kembali mempertahankan BI Rate di level 575 persen, sama seperti keputusan pada RDG Agustus lalu.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar