Haluannews Ekonomi – Raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan penurunan laba yang cukup signifikan hingga kuartal III-2025. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 15,78 triliun, menyusut dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 17,67 triliun.

Related Post
Penurunan laba ini sejalan dengan penurunan pendapatan operasional Telkom. Selama sembilan bulan pertama tahun 2025, pendapatan Telkom tercatat sebesar Rp 109,61 triliun, atau turun 2,31% secara year-on-year (yoy) dari Rp 112,22 triliun. Kontribusi terbesar pendapatan masih berasal dari segmen data, internet, dan IT service yang mencapai Rp 64,8 triliun, disusul IndiHome sebesar Rp 19,73 triliun.

Meskipun demikian, Telkom juga mencatatkan beban operasional yang cukup besar. Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi mencapai Rp 30,28 triliun, sementara beban penyusutan dan amortisasi tercatat Rp 25,06 triliun. Beban karyawan juga menjadi faktor signifikan dengan nilai Rp 11,9 triliun.
Dari sisi neraca, aset Telkom per akhir September 2025 tercatat sebesar Rp 291,89 triliun, mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir Desember 2024 yang sebesar Rp 299,67 triliun. Sementara itu, liabilitas dan ekuitas masing-masing tercatat sebesar Rp 136,88 triliun dan Rp 155,01 triliun. Penurunan laba ini menjadi perhatian pelaku pasar dan menimbulkan pertanyaan mengenai strategi Telkom ke depan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri telekomunikasi.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar