Haluannews Ekonomi – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah berupaya keras meningkatkan kontribusi pendapatan dari segmen business-to-business (B2B) hingga mencapai 30%. Langkah ini didorong oleh potensi besar pasar digital dan Information and Communication Technology (ICT) global.

Related Post
Veranita Yosephine, Direktur Enterprise dan Business Service Telkom, mengungkapkan bahwa saat ini kontribusi segmen korporasi baru mencapai sekitar 10%. Padahal, perusahaan telekomunikasi global lainnya mencatatkan komposisi enterprise di atas 35%. Salah satu strategi utama adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pelanggan korporasi dan pemerintahan.

Menurut Veranita, bisnis solusi AI di Indonesia diperkirakan tumbuh 30% per tahun. Sektor manufaktur, perbankan, dan retail menjadi target utama yang dinilai paling potensial dalam mengadopsi solusi AI. Telkom menawarkan ekosistem digital terintegrasi, termasuk Connectivity+, Internet of Things (IoT), Cybersecurity, dan AI, untuk mendorong pertumbuhan segmen B2B.
Melalui layanan Connectivity+, Telkom menyediakan konektivitas komprehensif yang relevan dengan kebutuhan bisnis, seperti SDWAN, Astinet, HSI, Metro-E, IP Transit, dan VPN IP yang terintegrasi dengan keamanan jaringan (Secure Access Service Edge/SASE). Untuk IoT, Telkom menawarkan solusi digital yang memudahkan pengelolaan perangkat terpusat lintas lokasi.
Telkom juga fokus pada keamanan data pelanggan melalui Cyber Security yang memberikan perlindungan menyeluruh melalui kerjasama dengan mitra global. Inovasi berkelanjutan dan penyempurnaan proses bisnis diharapkan dapat memperkuat sinergi di seluruh entitas TelkomGroup.
Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menambahkan bahwa pasar solusi AI untuk korporasi di Indonesia masih sangat terbuka. Solusi AI yang ditawarkan akan disesuaikan dengan kebutuhan unik masing-masing perusahaan. Telkom juga telah meluncurkan Telkom AI Center of Excellence di Bali dengan merek "AI Bigbox" yang menyasar semua sektor pelanggan.
Telkom membangun empat pilar kemitraan dalam pengembangan AI, yaitu dengan universitas, mitra global, mitra domestik, serta penyedia solusi. Perusahaan juga menyediakan AI Playground dengan infrastruktur komputasi yang dapat dimanfaatkan pelanggan dan mitra untuk eksperimen.
Telkom berharap langkah-langkah ini dapat memperkuat posisinya sebagai mitra utama dalam akselerasi digitalisasi di segmen pemerintahan dan korporasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga ke pelosok.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar