haluannews.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini menggebrak dengan target energi yang sangat ambisius. Dalam presentasi pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2027, Prabowo mematok sasaran pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 30 gigawatt (GW) pada tahun 2026, dengan visi jangka panjang mencapai 100 GW. Sebuah lompatan raksasa menuju kemandirian energi bersih Indonesia.

Related Post
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menyambut baik target tinggi pemerintah ini. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan langkah strategis yang vital untuk mengakselerasi penetrasi energi baru dan terbarukan (EBT) di Tanah Air, sekaligus secara signifikan mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis fosil yang selama ini mendominasi. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga ketahanan energi nasional.

Untuk mewujudkan mimpi besar ini, beberapa strategi kunci harus segera diimplementasikan. Salah satunya adalah memacu peningkatan permintaan listrik dari PLTS. Sektor-sektor seperti pusat data yang terus berkembang pesat dan ekosistem kendaraan listrik yang sedang gencar dibangun, digadang-gadang sebagai pendorong utama penyerapan energi surya. Dengan lonjakan permintaan dari kedua sektor ini, target 30 GW PLTS pada 2026 dinilai sangat mungkin tercapai.
Lebih jauh, Indonesia memiliki potensi emas lainnya: konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Satya Widya Yudha mengungkapkan adanya potensi sebesar 13 GW PLTD yang bisa diubah menjadi PLTS. Transformasi ini tidak hanya akan menambah kapasitas energi surya secara signifikan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menghentikan operasional PLTD yang dikenal boros dan kurang ramah lingkungan.
Maka, pertanyaan besarnya adalah, seberapa siap Indonesia menghadapi peluang emas dan tantangan berat dalam mempercepat pengembangan PLTS sekaligus mengakhiri era PLTD? Diskusi mendalam mengenai prospek dan hambatan transisi energi ini terus menjadi sorotan di berbagai platform, termasuk dalam dialog eksklusif di haluannews.id. Perjalanan menuju energi bersih memang tidak mudah, namun visi besar ini membuka babak baru bagi masa depan energi Indonesia.









Tinggalkan komentar