Saham Raksasa Ini Bikin IHSG Anjlok Parah

Saham Raksasa Ini Bikin IHSG Anjlok Parah

haluannews.id – Pasar modal Indonesia memulai hari dengan goncangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok lebih dari 1% pada pembukaan perdagangan Rabu 19 Agustus 2026. Penurunan tajam ini tak lepas dari ambruknya saham PT Bayan Resources Tbk BYAN yang merosot dua digit.

COLLABMEDIANET

Data dari Bursa Efek Indonesia BEI mencatat pada pukul 09.03 WIB IHSG anjlok 65,61 poin atau setara 1,02% bertengger di level 6.384,22. Setelah dibuka di 6.408,18 indeks sempat menyentuh puncak 6.414,89 sebelum tergelincir ke titik terendah 6.380,17.

Saham Raksasa Ini Bikin IHSG Anjlok Parah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penyebab utama tekanan pada indeks berasal dari saham BYAN yang terjun bebas 14,04% ke harga Rp14.850 per lembar. Padahal sehari sebelumnya Selasa 18 Agustus 2026 emiten batu bara ini justru perkasa melonjak 19,97% dan menjadi pendorong utama penguatan IHSG ditutup di Rp17.275.

Koreksi mendalam BYAN terjadi setelah perusahaan memberikan klarifikasi mengenai desas-desus akuisisi 62,2% sahamnya oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad yang dikenal sebagai Haji Isam. Manajemen BYAN secara tegas menyatakan tidak memiliki informasi atau pengetahuan terkait rencana transaksi pengambilalihan tersebut.

Sentimen negatif juga merembet ke mayoritas saham lainnya. Hingga pukul 09.03 WIB sebanyak 293 saham terpantau melemah berbanding 154 saham yang menguat sementara 516 saham lainnya stagnan tanpa pergerakan. Total nilai transaksi mencapai Rp683,1 miliar dengan volume perdagangan mencapai 1,82 miliar saham dan frekuensi 129,5 ribu kali.

IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan Rabu 19 Agustus 2026. Investor cenderung mengambil sikap menunggu wait and see menanti pengumuman keputusan suku bunga Bank Indonesia BI serta mencermati dinamika geopolitik global dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat AS.

Dari dalam negeri perhatian utama tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur RDG BI yang berlangsung sejak Selasa hingga Rabu 18-19 Agustus 2026. BI dijadwalkan merilis keputusan kebijakan moneternya pada hari ini.

Survei yang dilakukan haluannews.id terhadap 14 institusi dan lembaga menunjukkan konsensus bahwa seluruh responden memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%. Jika proyeksi ini terwujud BI akan menahan suku bunga untuk dua pertemuan beruntun setelah sebelumnya juga mempertahankan BI Rate di 5,75% pada Juli 2026.

Investor juga akan memantau cermat pandangan BI terkait kondisi ekonomi domestik likuiditas perbankan dan proyeksi pertumbuhan kredit hingga akhir tahun. Pergerakan nilai tukar rupiah menjadi salah satu alasan kuat mengapa pelaku pasar memprediksi BI belum akan menaikkan suku bunga lagi. Rupiah kini menjauhi level psikologis Rp18.000 per dolar AS bergerak stabil di kisaran Rp17.800/US$ menjelang RDG Agustus.

Selain itu data utang luar negeri ULN Indonesia juga menjadi sorotan. Bank Indonesia melaporkan posisi ULN pada kuartal II-2026 mencapai US$453,4 miliar atau setara Rp8.095,5 triliun mengalami pertumbuhan 4,4% secara tahunan. Dari total tersebut sekitar US$105,9 miliar atau Rp1.891,7 triliun akan jatuh tempo dalam kurun waktu maksimal satu tahun.

Meskipun demikian BI menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat. Rasio ULN terhadap PDB berada di angka 30,6% dengan sekitar 82,1% dari total ULN merupakan utang berjangka panjang.

Sementara itu sentimen dari luar negeri masih diselimuti ketegangan di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz terbuka untuk pelayaran bertolak belakang dengan klaim Iran yang bersikeras jalur strategis tersebut masih tertutup.

Ketidakpastian seputar negosiasi AS-Iran kembali memicu kenaikan harga minyak. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate WTI naik 0,4% pada Selasa menjadi US$85,26 per barel sementara Brent menguat 0,17% ke US$91,02 per barel.

Harga Brent telah melonjak 4,53% dalam tiga hari perdagangan terakhir dan WTI naik 3,5% dalam empat hari terakhir. Gangguan pelayaran di Selat Hormuz juga masih berlanjut. United Kingdom Maritime Trade Operations UKMTO melaporkan sebuah kapal dihantam proyektil tak dikenal saat keluar dari Selat Hormuz. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada ruang mesin dan mengakibatkan satu awak kapal menjadi korban.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar