Strategi KAI Atasi Utang Lewat Obligasi

Strategi KAI Atasi Utang Lewat Obligasi

haluannews.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan. Raksasa transportasi rel milik negara ini berencana menerbitkan instrumen surat utang berupa obligasi dan sukuk ijarah dengan total nilai mencapai Rp1,1 triliun. Langkah besar ini diambil sebagai bagian dari upaya manajemen untuk melakukan refinansi atau melunasi pinjaman talangan (bridging loan) yang telah digunakan sebelumnya.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan dokumen prospektus yang diserahkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), KAI akan meluncurkan Obligasi Berkelanjutan III Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2026. Dalam skema ini, perusahaan menargetkan perolehan dana dari obligasi tersebut maksimal sebesar Rp800 miliar. Perlu diketahui bahwa penerbitan tahap pertama ini merupakan bagian dari program besar Obligasi Berkelanjutan III KAI yang secara keseluruhan menargetkan penghimpunan dana hingga Rp4,1 triliun.

Strategi KAI Atasi Utang Lewat Obligasi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tak hanya mengandalkan instrumen konvensional, KAI juga merambah pasar syariah dengan merilis Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2026. Untuk instrumen sukuk ini, perusahaan mematok nilai imbalan ijarah sebanyak-banyaknya Rp300 miliar. Langkah ini menunjukkan diversifikasi sumber pendanaan yang dilakukan oleh BUMN transportasi tersebut guna menjangkau basis investor yang lebih luas.

Rencananya, kedua instrumen keuangan ini akan dibagi ke dalam empat seri berbeda, yakni Seri A, Seri B, Seri C, dan Seri D. Meski demikian, rincian alokasi dana untuk setiap serinya masih akan ditentukan lebih lanjut. Bagi para investor yang tertarik, KAI menawarkan tingkat bunga tetap untuk obligasi di kisaran 6,60% hingga 7,90%. Sementara untuk sukuk ijarah, imbalan yang ditawarkan berada pada rentang Rp66 juta hingga Rp79 juta untuk setiap kelipatan Rp1 miliar.

Tujuan utama dari pergerakan finansial ini adalah untuk melunasi pinjaman talangan yang akan ditarik dari kreditur. Dana tersebut secara spesifik akan dialokasikan untuk membayar utang pokok Obligasi II Kereta Api Indonesia Tahun 2019 Seri B yang akan memasuki masa jatuh tempo pada 13 Desember 2026 mendatang.

Manajemen KAI menegaskan bahwa jika dana yang terkumpul dari hasil penawaran umum ini ternyata tidak mencukupi untuk menutup kewajiban tersebut, perusahaan telah menyiapkan rencana cadangan. KAI menyatakan akan menggunakan dana dari kas internal perusahaan atau mencari sumber pendanaan eksternal lainnya guna memastikan seluruh kewajiban pembayaran tetap terpenuhi tepat waktu.

Terkait jadwal, masa penawaran awal untuk obligasi dan sukuk ini diprediksi berlangsung mulai 28 Oktober 2026 hingga 25 November 2026, dengan target tanggal efektif pada 15 Desember 2026. Namun, perlu dicatat bahwa hingga saat ini, proses tersebut masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam proses ini, KAI telah menunjuk mitra perbankan dan sekuritas ternama. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) akan bertindak sebagai wali amanat untuk penerbitan sukuk ijarah, sedangkan PT Bank Mega Tbk (MEGA) ditunjuk sebagai wali amanat untuk obligasi. Sejumlah perusahaan sekuritas besar seperti PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas juga turut terlibat dalam proses penjaminan emisi ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar