IHSG Terperosok Dalam di Akhir Perdagangan

IHSG Terperosok Dalam di Akhir Perdagangan

haluannews.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan performa yang kurang memuaskan pada penutupan perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela menutup hari di zona merah dengan penurunan yang cukup signifikan. Indeks tercatat merosot sebesar 1,99 persen atau setara dengan 106,96 poin, sehingga berakhir di level 5.266,13.

COLLABMEDIANET

Kondisi pelemahan ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak bel pembukaan perdagangan berbunyi pada pukul 09.00 WIB. Saat itu, IHSG dibuka di level 5.357,97. Menariknya, sempat ada optimisme di awal sesi di mana indeks mencoba melakukan penguatan hingga menyentuh level tertinggi harian di angka 5.418,14. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama.

IHSG Terperosok Dalam di Akhir Perdagangan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Memasuki sesi siang, arah pergerakan indeks mulai berbalik arah. Tekanan jual yang masif mulai mendominasi pasar, terutama setelah melewati pukul 14.00 WIB. IHSG sempat tertekan hingga menyentuh titik terendah di level 5.182,37 pada pukul 15.30 WIB. Meski demikian, menjelang penutupan, indeks sempat melakukan upaya pemulihan atau rebound sekitar 83,76 poin sebelum akhirnya menetap di level 5.266,13. Total nilai transaksi yang berputar di bursa hari ini mencapai Rp16,23 triliun dengan volume sebanyak 337,63 juta lot.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), dominasi saham yang melemah sangat mencolok. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, hanya 101 saham yang berhasil menguat, sementara 657 saham lainnya justru terkoreksi, dan 215 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Sektor infrastruktur menjadi penyumbang kerugian terbesar dengan anjlok hingga 6,1 persen, disusul sektor material dasar yang turun 3,7 persen, serta sektor teknologi yang melemah 2,9 persen.

Beberapa saham berkapitalisasi besar juga turut menjadi beban bagi indeks, di antaranya adalah Telkom Indonesia (TLKM), Amman Mineral Internasional (AMMN), Bayan Resources (BYAN), Barito Renewables Energy (BREN), dan Barito Pacific (BRPT). Di sisi lain, terdapat upaya penahanan koreksi dari saham-saham seperti United Tractors (UNTR) dan Astra International (ASII).

Kondisi pasar ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang kompleks. Di kancah internasional, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik di Arab Saudi dan keterlibatan Iran, menjadi perhatian utama investor. Meskipun ada upaya diplomasi dari Pakistan, Turki, dan Arab Saudi di Teheran, ketidakpastian politik tetap membayangi pasar. Hal ini juga berdampak pada fluktuasi harga minyak mentah dunia, di mana harga minyak Brent dan WTI mengalami koreksi meski tetap berada di level yang cukup tinggi.

Sementara itu, dari dalam negeri, investor sebenarnya tengah menantikan dampak positif dari kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI tengah menyiapkan langkah-langkah penguatan pengawasan pasar modal, termasuk pengetatan investigasi transaksi mencurigakan dan perubahan aturan terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor dalam jangka panjang, meskipun dalam jangka pendek pasar masih

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar