Strategi Baru PGEO Kejar Target Saham Publik

Strategi Baru PGEO Kejar Target Saham Publik

haluannews.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) secara tegas menyatakan tidak akan mengambil langkah pembelian kembali atau buyback saham dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis perusahaan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kewajiban porsi saham publik atau free float.

COLLABMEDIANET

Saat ini, porsi saham yang beredar di masyarakat untuk PGEO tercatat masih berada di angka 11,2%. Angka ini masih di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh regulator. Perusahaan telah menetapkan target yang ambisius untuk meningkatkan jumlah saham publik tersebut secara bertahap. PGEO menargetkan porsi free float mencapai 12,5% pada Maret 2027, dan akan terus ditingkatkan hingga menyentuh angka 15% pada tahun 2028.

Strategi Baru PGEO Kejar Target Saham Publik
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, menjelaskan bahwa pihaknya telah merampungkan seluruh kajian mendalam mengenai strategi pemenuhan ketentuan tersebut. Saat ini, perusahaan sedang berada dalam tahap menunggu persetujuan internal sebelum mengeksekusi langkah nyata di pasar modal.

"Kami sudah menyelesaikan kajiannya dan saat ini sedang dalam proses persetujuan internal. Kami berkomitmen penuh untuk memenuhi target tersebut, yakni 12,5% di Maret 2027 dan 15% di tahun 2028. Arah kami sudah sangat jelas ke sana," ungkap Fransetya dalam sebuah sesi diskusi di Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).

Alasan utama penolakan terhadap opsi buyback adalah karena tindakan tersebut justru akan memperkecil jumlah saham yang beredar di publik. Sebaliknya, PGEO justru ingin memperluas akses bagi investor untuk memiliki saham perusahaan guna meningkatkan likuiditas perdagangan di bursa.

Peningkatan free float ini dinilai sangat krusial, terutama mengingat tingginya minat investor institusi asing terhadap saham PGEO. Fransetya mencatat adanya tren positif di mana investor global menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap prospek perusahaan serta stabilitas ekonomi Indonesia, meskipun pasar sedang menghadapi berbagai dinamika global.

"Jangan sampai perhatian dari investor dalam negeri kalah. Kami melihat minat dari luar negeri sangat besar dan proporsinya terus meningkat. Ini membuktikan bahwa investor global percaya pada Indonesia," tambahnya.

Terkait mekanisme peningkatan saham publik, PGEO tengah mempertimbangkan beberapa opsi strategis. Dua skenario utama yang sedang dikaji adalah melakukan divestasi saham oleh pemegang saham yang sudah ada atau melakukan penerbitan saham baru melalui skema rights issue. Namun, perusahaan menekankan bahwa belum ada keputusan final mengenai metode mana yang akan diambil.

Setiap opsi yang ada akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian (prudent). Mengingat PGEO merupakan bagian dari grup besar Pertamina, setiap keputusan strategis harus melewati proses birokrasi dan persetujuan yang ketat, mulai dari tingkat subholding hingga ke tingkat holding Pertamina.

"Semua opsi sudah selesai dikaji. Kami harus sangat berhati-hati, terutama dalam menjaga fundamental keuangan perusahaan. Sekarang kami tinggal menunggu keputusan dari proses persetujuan internal tersebut," tutup Fransetya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar