Haluannews Ekonomi – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp 56 miliar. Hal ini diungkapkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana pembelian kembali sekitar 103.703.000 lembar saham atau 0,35% dari total saham beredar ini didorong oleh pertimbangan bahwa harga saham SIDO saat ini belum merefleksikan kinerja perusahaan yang sebenarnya.

Related Post
Manajemen SIDO menyatakan bahwa saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasuri. Namun, sesuai Pasal 14 POJK No. 13/2023, perusahaan berhak mengalihkan saham tersebut setelah 30 hari sejak seluruh proses buyback selesai atau setelah periode buyback berakhir. Buyback saham ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 23 September 2025 hingga 22 Desember 2025, dengan harga maksimum Rp 760 per saham dan sesuai ketentuan POJK No. 29/2023.

Manajemen SIDO memastikan bahwa aksi korporasi ini tidak akan berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan, mengingat SIDO masih memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk operasional. Proses buyback akan dilakukan melalui PT Mandiri Sekuritas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sumber dana buyback sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan dan tidak melibatkan pinjaman atau utang.
SIDO berhak menghentikan buyback jika target pembelian saham tercapai, jangka waktu tiga bulan berakhir, dana yang dialokasikan habis, atau jika dianggap perlu. Dengan demikian, aksi ini dinilai sebagai strategi manajemen untuk menjaga nilai perusahaan di tengah dinamika pasar.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar