IHSG Meroket! Saham Konglomerat Rebound, Investor Panen Cuan?

IHSG Meroket! Saham Konglomerat Rebound, Investor Panen Cuan?

Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia ditutup dengan performa gemilang pada Jumat (29/5/2026), di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat signifikan. Setelah sempat tertekan dalam pada sesi perdagangan terakhir menjelang libur panjang Idul Adha, indeks acuan ini menunjukkan kekuatan rebound yang mengejutkan, terutama didorong oleh kebangkitan saham-saham konglomerat yang sempat terpuruk.

COLLABMEDIANET

IHSG mengukir kenaikan impresif sebesar 87,69 poin atau setara 1,43%, mengakhiri perdagangan di level 6.217,88. Kinerja positif ini diiringi oleh nilai transaksi yang terbilang jumbo, mencapai Rp 16,06 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 22 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,33 juta kali. Data perdagangan Haluannews.id menunjukkan bahwa 319 saham berhasil menguat, sementara 333 saham melemah, dan 161 saham stagnan.

IHSG Meroket! Saham Konglomerat Rebound, Investor Panen Cuan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Saham-saham emiten konglomerat, khususnya dari Grup Barito, menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG hari ini. Setelah sempat terpuruk pasca pengumuman MSCI dan FTSE, saham-saham ini mengalami pemulihan dramatis. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memimpin dengan lonjakan mencapai batas auto rejection atas (ARA) atau naik 25% ke Rp 3.300, menyumbang 24,35 poin terhadap indeks. Tak ketinggalan, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga nyaris menyentuh ARA, berkontribusi 20,25 poin. Selain itu, saham konglomerat lainnya seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) turut menjadi penopang kinerja positif IHSG.

Aktivitas transaksi mencolok terlihat pada saham-saham Grup Barito, dengan TPIA mencatat Rp 4,5 triliun, BREN Rp 3,7 triliun, BRPT Rp 2,5 triliun, CUAN Rp 2 triliun, PTRO Rp 1,56 triliun, dan CDIA Rp 450 miliar. Secara sektoral, mayoritas sektor perdagangan menunjukkan penguatan, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor infrastruktur, barang baku, dan teknologi. Sementara itu, koreksi tipis terjadi pada sektor konsumer primer, properti, finansial, dan kesehatan.

Sentimen positif tidak hanya terasa di pasar domestik, bursa saham Asia-Pasifik juga kompak menguat pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Investor global mencermati perkembangan terbaru konflik antara Iran dan Amerika Serikat, yang menunjukkan sinyal meredanya ketegangan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,88%, Topix menguat 0,53%, Kospi Korea Selatan melonjak 2,68%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,72%. Hanya kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong yang sedikit terkoreksi.

Sebelumnya, ketegangan geopolitik sempat memicu kekhawatiran pasar setelah laporan media pemerintah Iran, Fars, menyebut angkatan bersenjata Iran menembakkan rudal. Pentagon juga melaporkan Teheran menembakkan rudal balistik ke Kuwait dan mengerahkan drone. Namun, sentimen pasar berbalik positif setelah seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi laporan Axios bahwa Amerika Serikat dan Iran "sebagian besar telah menyepakati" syarat-syarat perjanjian untuk menghentikan sementara konflik. Harapan adanya deeskalasi konflik ini mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko.

Di sisi lain Atlantik, bursa saham Wall Street menunjukkan pergerakan cenderung datar pada kontrak berjangka, menyusul penutupan tiga indeks utama yang mencetak rekor tertinggi baru pada Kamis. Penguatan bursa AS didorong oleh reli saham teknologi, yang kembali menguat berkat optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI). Indeks S&P 500 naik 0,58% ke 7.563,63 dan Nasdaq Composite menguat 0,91% ke 26.917,47, keduanya mencetak rekor intraday tertinggi. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,05% ke level 50.668,97.

Sorotan utama di Wall Street adalah lonjakan saham perusahaan komputasi awan Snowflake yang melonjak 36,5%, mencatat kenaikan harian terbaik sepanjang sejarah perusahaan. Kinerja fantastis ini terjadi setelah Snowflake membukukan hasil di atas ekspektasi pasar dan mengumumkan rencana belanja senilai US$6 miliar untuk layanan Amazon Web Services selama lima tahun ke depan, semakin memicu optimisme pasar terhadap sektor AI.

Secara keseluruhan, Jumat (29/5/2026) menjadi hari yang cerah bagi pasar modal global, didorong oleh sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik dan optimisme teknologi, yang berimbas pada penguatan signifikan di bursa domestik maupun internasional.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar