Haluannews Ekonomi – Direktur Utama PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), Henderi Djunaidi, mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan industri kelapa sawit Indonesia hingga tahun 2025. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pertumbuhan permintaan minyak sawit mentah (CPO) baik di pasar domestik maupun internasional menjadi pendorong utama. Namun, ia mengakui sejumlah tantangan signifikan yang membayangi sektor ini. Ancaman perubahan iklim ekstrem, fluktuasi harga komoditas, dan kekurangan tenaga kerja menjadi isu krusial yang perlu diatasi.

Related Post
Sebagai respons, BWPT menjalankan strategi agresif. Perusahaan fokus pada peningkatan produktivitas dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Integrasi teknologi digital juga menjadi kunci dalam menghadapi persaingan dan meningkatkan efisiensi operasional. Strategi ini diyakini mampu menjaga daya saing industri sawit Indonesia di tengah gejolak global. Lebih lanjut, Henderi Djunaidi memaparkan strategi BWPT dalam wawancara eksklusif di program Power Lunch Haluannews.id (Rabu, 04/06/2025), mengungkapkan bagaimana perusahaan belajar dari pengalaman negara tetangga dalam mengatasi berbagai kendala. Wawancara ini memberikan gambaran komprehensif tentang tantangan dan peluang yang dihadapi industri sawit Indonesia. Apakah strategi BWPT ini cukup untuk menghadapi badai ekonomi 2025? Kita tunggu saja.

Editor: Rohman










Tinggalkan komentar