Rupiah Goyang Siapa Penyelamatnya

Rupiah Goyang Siapa Penyelamatnya

haluannews.id – Jakarta Pasar keuangan tengah menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Kini, kendali sementara dipegang oleh Pelaksana Tugas Pjs Gubernur BI Destry Damayanti. Para analis pasar pun segera merilis proyeksi mereka mengenai nasib mata uang Garuda di tengah transisi kepemimpinan ini.

COLLABMEDIANET

Ekonom Center of Reform on Economics CORE Yusuf Rendy Manilet memperkirakan rupiah akan berfluktuasi di rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar Amerika Serikat AS. Menurutnya tekanan jangka pendek terhadap rupiah memang ada namun sifatnya terbatas. Yusuf meyakini penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs Gubernur BI membawa kepastian bagi pasar. Sosok Destry yang bukan wajah baru di Bank Indonesia dengan pengalaman panjang sebagai Deputi Gubernur Senior dalam perumusan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan dinilai sangat berkompeten. Selama koordinasi kebijakan bank sentral tetap terjaga dan arahnya konsisten pergantian pucuk pimpinan ini tidak akan menggoyahkan kepercayaan investor secara signifikan.

Rupiah Goyang Siapa Penyelamatnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun pandangan berbeda datang dari analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong. Ia memproyeksikan rupiah dalam jangka pendek dapat bergerak lebih lebar yakni di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS. Lukman menekankan meskipun ada sentimen internal akibat pergantian Gubernur BI faktor eksternal justru lebih mendominasi. Pekan ini pasar akan disibukkan dengan data-data ekonomi penting dari AS serta keputusan Federal Open Market Committee FOMC. Indeks dolar AS DXY berpotensi kembali menguat dan menekan rupiah terutama jika situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas.

Sebagai informasi terkini mata uang Garuda kembali dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Refinitiv rupiah mengawali sesi pagi di level Rp18.060 per dolar AS atau terdepresiasi sebesar 033 persen. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari perdagangan sebelumnya ketika rupiah ditutup turun 036 persen dan berada tepat di level Rp18.000 per dolar AS. Sementara itu indeks dolar AS DXY yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah tipis 005 persen ke posisi 101483 pada pukul 0900 WIB.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar