IHSG Merana Ada Kabar Mengejutkan Dari BI

IHSG Merana Ada Kabar Mengejutkan Dari BI

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa 27 Juli 2026 dengan performa kurang memuaskan, mencatat pelemahan tipis di tengah suasana pasar yang penuh kehati-hatian. Pelaku pasar tampak menahan diri menanti sejumlah agenda ekonomi global dan domestik yang krusial pekan ini.

COLLABMEDIANET

Pada pembukaan sesi, IHSG berada pada level 6.175,19, terkoreksi 0,17% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.185,78. Aktivitas transaksi menunjukkan nilai sekitar Rp 115,33 miliar dengan volume perdagangan mencapai 277,43 juta saham dalam 26.204 kali transaksi. Meskipun 205 saham berhasil menguat, tekanan jual masih terasa kuat dengan 97 saham melemah dan 317 saham bergerak stagnan.

IHSG Merana Ada Kabar Mengejutkan Dari BI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sentimen pasar domestik turut dipengaruhi oleh berita mengejutkan terkait mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Kabar ini, yang tersiar sejak kemarin, membuat pasar keuangan mencari pijakan baru meski ancaman ketidakpastian masih membayangi. Dari kancah global, dimulainya rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) serta rilis data-data ekonomi penting menjadi sorotan utama.

Perry Warjiyo secara sukarela memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI pada Sabtu 25 Juli 2026, dengan alasan pribadi. Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Untuk memastikan keberlanjutan operasional, Dewan Gubernur BI dalam rapat pada 26 Juli 2026 telah menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur sementara, sesuai amanat Undang-Undang Bank Indonesia. BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan demi mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta penciptaan lapangan kerja.

Di tengah dinamika ini, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis dengan meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk dilibatkan dalam setiap rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Langkah ini bertujuan agar setiap kebijakan KSSK tidak hanya mempertimbangkan aspek fiskal dan moneter, melainkan juga dampaknya terhadap dunia usaha dan perekonomian secara menyeluruh.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi arahan Presiden tersebut usai rapat terbatas di Istana Negara, Senin 27 Juli 2026. Menurut Rosan, pelibatan Danantara diharapkan dapat memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan, sekaligus mendorong keputusan yang lebih berdampak pada investasi, sektor riil, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Danantara, yang kini akan rutin mengikuti rapat KSSK setiap bulan, bergabung dengan anggota KSSK lainnya yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sementara itu, bursa saham Asia juga dibuka melemah pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Investor global bersikap hati-hati menanti rilis laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat, keputusan suku bunga bank sentral AS, hingga data kepercayaan konsumen. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 5,93% saat pembukaan, diikuti Nikkei 225 Jepang yang turun 0,65%, Topix melemah 0,63%, dan indeks acuan Australia S&P/ASX 200 terkoreksi 0,38%. Ketidakpastian ini juga tercermin dari pergerakan harga minyak mentah Brent yang kembali di bawah US$90 per barel dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang turun ke kisaran 4,65%.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar